Ahli Gizi Soroti Tren Viral Konsumsi Membran Kulit Telur untuk Kecantikan

Ahli Gizi Soroti Tren Viral Konsumsi Membran Kulit Telur untuk Kecantikan
Foto: Ilustrasi Ahli Gizi Soroti Tren Viral Konsumsi Membran Kulit Telur untuk Kecantikan.

Tren kecantikan terbaru kembali viral di media sosial TikTok dengan mengajak pengguna mengonsumsi membran atau kulit ari telur. Lapisan tipis bening yang menempel pada bagian dalam cangkang ini diklaim mampu memberikan hasil kulit yang lebih kenyal dan sehat.

Seperti dilansir dari Wolipop, para kreator konten menyebut praktik ini sebagai rahasia untuk mendapatkan kulit yang tampak berisi atau plump secara alami. Hal ini didasari pada kandungan nutrisi di dalamnya seperti kolagen, hyaluronic acid, serta glucosamine.

Beberapa unggahan bahkan mengeklaim bahwa pemanfaatan cangkang dan membran telur sudah dilakukan sejak lama dalam budaya kuno. Tujuannya adalah untuk membantu proses regenerasi jaringan tubuh serta mempercepat penyembuhan luka.

GQ Jordan, seorang ahli nutrisi kesehatan wanita, memberikan penjelasan mengenai fenomena ini dari sudut pandang medis. Ia membenarkan bahwa membran tersebut memang memiliki kandungan kolagen tipe I, V, dan X, serta elastin yang penting bagi jaringan ikat.

"Secara teori, setelah dicerna, kandungan tersebut bisa menyediakan peptida yang membantu produksi kolagen atau menjadi bahan dasar pembentuk jaringan,"

kata GQ Jordan dikutip dari Women's Health Australia via Wolipop. Namun, ia menekankan bahwa jumlah membran yang didapat dari konsumsi langsung sangatlah kecil sehingga manfaatnya bagi kecantikan kulit masih diragukan.

Sejauh ini, penelitian ilmiah lebih banyak menguji manfaat membran telur dalam bentuk suplemen, terutama untuk kesehatan persendian. Studi tahun 2009 menunjukkan konsumsi suplemen Natural Eggshell Membrane (NEM) 500 mg per hari dapat mengurangi kekakuan sendi.

Penelitian lain pada 2021 juga menemukan bahwa dosis 300 mg membran telur selama 12 minggu membantu meredakan nyeri pada pasien osteoarthritis lutut. Meski demikian, Jordan mengingatkan bahwa mayoritas studi tersebut didanai oleh industri suplemen.

Risiko Keamanan dan Saran Perawatan Kulit

Terkait manfaat langsung pada kulit, data ilmiah yang tersedia masih sangat terbatas dan belum cukup kuat untuk dijadikan rekomendasi medis. Jordan secara tegas melarang masyarakat untuk mengerok dan memakan membran telur mentah langsung di rumah.

"Suplemen yang sudah melalui proses pemanasan dan pengujian tentu lebih aman. Tetapi tetap saja, ini belum bisa dianggap solusi yang benar-benar terbukti,"

ujar Jordan. Risiko utama dari praktik ini adalah kontaminasi bakteri Salmonella yang sering ditemukan pada cangkang telur dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius.

Bagi individu yang memiliki riwayat alergi telur, tren ini sangat berbahaya dan wajib dihindari sepenuhnya. Jordan menyarankan agar masyarakat kembali pada prinsip dasar perawatan kulit yang sudah terbukti secara ilmiah daripada mengikuti tren media sosial.

Langkah yang lebih efektif meliputi konsumsi protein yang cukup serta memperbanyak asupan buah dan sayuran yang kaya antioksidan. Selain itu, menjaga hidrasi, mendapatkan tidur berkualitas, asupan omega-3, dan penggunaan sunscreen secara rutin tetap menjadi kunci utama kesehatan kulit.

Artikel terkait

Rekomendasi