Tren Stackable Ring Geser Popularitas Cincin Tunangan Tunggal

Tren Stackable Ring Geser Popularitas Cincin Tunangan Tunggal
Foto: Ilustrasi Tren Stackable Ring Geser Popularitas Cincin Tunangan Tunggal.

Pasangan di berbagai negara mulai beralih dari model cincin tunangan tunggal tradisional menuju tren cincin bertumpuk atau stackable ring yang dinilai lebih personal. Laporan Vogue Arabia pada 11 Mei 2026 mengungkapkan bahwa gaya ini memungkinkan perpaduan berbagai lapis cincin, mulai dari logam berbeda warna hingga desain vintage.

Popularitas gaya ini didorong oleh fleksibilitas pemakainya untuk terus menambah koleksi perhiasan seiring berjalannya waktu. Penggunaan cincin berlian berlapis telah terlihat di berbagai platform media sosial serta acara karpet merah, termasuk oleh selebritas saat mempromosikan karya terbaru mereka.

Desainer perhiasan asal Denmark, Fie Isolde, memberikan penjelasan mengenai pergeseran pandangan masyarakat terhadap fungsi perhiasan tunangan tersebut.

"Cincin tunangan sekarang menjadi bagian dari sebuah komposisi yang memberi kebebasan untuk membentuk sesuatu yang lebih individual," ujarnya.

Fleksibilitas menjadi faktor utama mengapa banyak pasangan muda memilih desain yang bisa dimodifikasi. Penambahan lapisan baru sering dilakukan untuk memperingati peristiwa besar dalam hidup.

"Teknik cincin bertumpuk memungkinkan sebuah perhiasan berevolusi, baik secara visual maupun emosional, mengikuti berbagai momen dalam hidup," kata Fie.

Pilihan batu permata pun turut mengalami perubahan seiring tren ini, di mana potongan batu berbentuk oval, pir, hingga tetesan air mata menjadi favorit. Jenis potongan tersebut dianggap lebih serasi saat dipadukan dengan cincin pelengkap lainnya, seperti model kontur atau berbentuk huruf V.

Pendiri label perhiasan Spinelli Kilcollin, Yves Spinelli dan Dwyer Kilcollin, menekankan pentingnya aspek harmoni dalam penggabungan berbagai elemen desain yang berbeda.

"Ketika proporsi, struktur, dan jarak antar cincin terasa pas, hasil akhirnya akan terlihat menyatu dan natural," ujar Dwyer.

Para ahli menyarankan pengguna untuk memperhatikan sisi ergonomis saat mengenakan beberapa perhiasan sekaligus di jari yang sama. Hal ini bertujuan agar cincin tetap nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

"Banyak orang menyukai perpaduan cincin simpel dengan detail berlian atau tekstur tertentu karena terlihat seimbang," kata Yves.

Meskipun memberikan tampilan yang lebih berani, konsep ini tetap bisa diterapkan secara minimalis dengan memadukan hanya dua cincin sederhana. Desainer asal Swedia, Annette Welander, mengamati keinginan kuat pelanggan untuk menonjolkan karakter pribadi lewat perhiasan.

"Pasangan sekarang ingin membuat sesuatu yang unik sekaligus merefleksikan gaya pribadi mereka," ujar Annette.

Penyesuaian desain yang mengikuti bentuk cincin utama kini menjadi pilihan yang semakin populer di pasar perhiasan global. Inovasi ini memberikan dimensi baru pada makna cincin tunangan konvensional.

"Akhirnya cincin tidak hanya menjadi simbol janji, tetapi juga cerita yang bisa terus bertambah seiring waktu," katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi