Tren Resepsi Pernikahan Skala Besar Kembali Diminati pada 2026

Tren Resepsi Pernikahan Skala Besar Kembali Diminati pada 2026
Foto: Ilustrasi Tren Resepsi Pernikahan Skala Besar Kembali Diminati pada 2026.

Permintaan calon pengantin untuk menggelar resepsi pernikahan skala besar dilaporkan kembali mendominasi pasar dalam tiga tahun terakhir hingga Sabtu (2/5/2026). Pergeseran tren ini terjadi seiring berakhirnya pembatasan sosial yang sebelumnya memicu popularitas konsep pernikahan intim dan sederhana.

Dilansir dari Lifestyle, Owner & Art Director RumahKampung, Fajar J. Adi, mengungkapkan bahwa pola perilaku klien menunjukkan kerinduan akan kemeriahan pesta yang melibatkan banyak tamu undangan. Fenomena tersebut terpantau signifikan melalui pesanan yang masuk kepada vendor dekorasi saat ini.

ÔÇ£Melihat pola perilaku klien kami, memang 3 tahun belakangan lebih dominan kembali ke pernikahan skala besar, pasca Covid,ÔÇØ katanya saat ditemui di The Garden of Everlasting Heritage, Where Traditions and Timeless Love Blossom, di Fairmont Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

Fajar menjelaskan bahwa meski skala besar kembali diminati, konsep intimate tetap relevan bagi pasangan yang mengejar kualitas interaksi. Konsep luar ruangan atau outdoor juga masih menjadi pilihan menarik karena keunggulan visual dan pencahayaan alaminya yang unik.

ÔÇ£Kalau masa-masa sekarang, cuaca sering nggak bersahabat dan tidak bisa diprediksi. Jika calon pengantin nanya waktu yang tepat untuk outdoor, kami juga nggak berani menjamin,ÔÇØ ujarnya terkait tantangan teknis pelaksanaan acara di alam terbuka.

Ketidakpastian cuaca di Indonesia menuntut para calon mempelai untuk menyiapkan rencana cadangan secara matang. Hal ini mencakup ketersediaan tenda atau area dalam ruangan alternatif agar prosesi tidak terganggu saat hujan turun mendadak.

ÔÇ£Walaupun pernikahan outdoor itu menarik, maka harus hati-hati dan cari plan B seperti apa. Jangan sampai tiba-tiba hujan maka pestanya tidak bisa dialihkan karena tidak ada rencana cadangan,ÔÇØ katanya memberikan peringatan mengenai kesiapan teknis.

Fajar menambahkan bahwa pemilihan lokasi harus disesuaikan dengan visi dan kapasitas tamu yang diinginkan. Penanganan area sebelum tahap dekorasi menjadi kunci utama untuk mendukung suasana yang ingin dibangun oleh pasangan.

ÔÇ£Untuk tempat atau venue, kembali lagi ke konsep dan keinginan calon pengantin. Mau tamu banyak, sedikit, atau sedang, karena treatment venue sebelum dekor itu penting,ÔÇØ imbau dia mengenai fleksibilitas pengolahan ruang.

Pada akhirnya, identitas personal pasangan dianggap sebagai elemen paling krusial dalam menentukan konsep pernikahan. Tren tahun 2026 tidak lagi terpaku pada satu gaya tertentu, melainkan pada kemampuan konsep tersebut dalam menceritakan karakter kedua mempelai.

ÔÇ£Yang paling penting adalah pengantin akan punya cerita sendiri. Inspirasi dari pernikahan orang boleh saja, tapi tetap disesuaikan dengan karakter pribadi agar hasilnya bisa lebih sesuai,ÔÇØ katanya menutup penjelasan mengenai orisinalitas perayaan.

Artikel terkait

Rekomendasi