Istilah nonnamaxxing kini tengah menjadi pembicaraan hangat di ruang digital karena dipercaya mampu memperpanjang usia serta memberikan kebahagiaan yang lebih bermakna.
Gaya hidup ini merujuk pada kebiasaan sederhana para nenek di Italia yang dinilai lebih sehat dan dekat dengan komunitas lokal, sebagaimana dilansir dari Lifestyle.
Secara etimologi, nonnamaxxing berasal dari kata nonna yang berarti nenek dalam bahasa Italia dan maxxing yang merujuk pada upaya memaksimalkan sesuatu menurut Merriam-Webster Dictionary.
Tren yang populer di platform media sosial seperti TikTok ini menampilkan rutinitas harian seperti berjalan kaki ke pasar tradisional hingga menikmati kopi tanpa terburu-buru.
Jurnalis kesehatan Nicole Karlis dalam tulisannya di Self menegaskan bahwa gaya hidup tersebut merupakan realitas nyata di Italia, bukan sekadar estetika yang diciptakan untuk kepentingan internet.
Italia dikenal sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup tertinggi di Eropa serta memiliki banyak penduduk yang berhasil mencapai usia di atas 100 tahun.
Salah satu pilar utama dari nonnamaxxing adalah keberanian untuk menjalani hidup tanpa rasa takut terhadap proses penuaan yang seringkali membatasi banyak kesempatan.
Licia Fertz, seorang nonna berusia 96 tahun asal Viterbo, mengungkapkan bahwa menerima usia sebagai bagian dari perjalanan hidup merupakan kunci kebahagiaan jangka panjang.
"Jangan pernah menganggap diri kamu tua. Kamu itu dilahirkan muda," kata Licia.
Perempuan lanjut usia di Italia cenderung tetap berpakaian rapi dan tampil apa adanya tanpa harus memaksakan diri untuk terlihat jauh lebih muda dari usia sebenarnya.
Manfaat Rutinitas Berjalan Kaki
Berjalan kaki menjadi aktivitas fisik paling mendasar yang dilakukan setiap hari oleh masyarakat Italia, didukung oleh infrastruktur jalanan yang sangat ramah bagi pejalan kaki.
Profesor Human Evolutionary Biology dari Harvard University, Daniel Lieberman, menjelaskan bahwa kebiasaan kecil ini memberikan dampak signifikan bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
"Berjalan kaki adalah bentuk aktivitas fisik manusia yang paling mendasar dan ratusan penelitian membuktikan bahwa berjalan kaki membantu orang menua lebih lambat dan lebih sehat," kata Daniel.
Menerapkan Konsep Dolce Far Niente
Karakteristik lain yang sangat menonjol adalah cara mereka menjalani hidup dengan tenang dan tidak terburu-buru, atau yang dikenal dengan istilah dolce far niente.
Budaya ini menggambarkan nikmatnya tidak melakukan apa-apa, seperti duduk santai melihat orang berlalu-lalang tanpa gangguan gawai atau tumpukan pekerjaan kantor.
Psikoterapis Jonathan Alpert menilai daya tarik tren ini mencerminkan rasa lelah generasi muda terhadap budaya kerja cepat atau hustle culture yang melelahkan.
"Daya tariknya adalah fantasi tentang hidup yang terasa membumi, hangat, dan tidak terburu-buru," ujar Jonathan.
Kekuatan Komunitas dan Keluarga
Interaksi sosial yang tinggi terhadap keluarga dan lingkungan sekitar menjadi tutorial terakhir dalam mempraktikkan gaya hidup nonnamaxxing secara utuh.
Berbeda dengan kecenderungan individualis pada generasi modern, para nenek di Italia tetap aktif dalam kegiatan komunitas, mengenal tetangga, hingga membantu mengasuh cucu mereka.