Masyarakat di berbagai wilayah Indonesia terus melestarikan tradisi mengantar jemaah haji yang penuh haru dan doa menjelang keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji April 2026 ini. Kebiasaan yang telah berlangsung turun-temurun ini merupakan manifestasi dukungan moral dan spiritual bagi keluarga maupun tetangga yang akan menjalankan rukun Islam kelima.
Sejarah mencatat bahwa kegiatan ini memiliki makna mendalam karena faktor risiko perjalanan pada masa lalu yang sangat tinggi. Dilansir dari Detikcom, pada era kolonial, perjalanan menuju Makkah melalui jalur laut dan darat bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga hitungan tahun.
Kondisi tersebut membuat momen keberangkatan haji dipandang sebagai perpisahan yang sangat emosional. Minimnya fasilitas serta ancaman alam seperti badai dan penyakit mengakibatkan banyak jemaah yang berangkat belum tentu dapat kembali lagi ke tanah air.
Pelaksanaan ritual doa bersama atau selamatan juga menjadi bagian tak terpisahkan sebelum jemaah berangkat. Kegiatan yang dikenal dengan istilah walimatus safar ini menjadi sarana bagi calon jemaah untuk berpamitan dan saling memaafkan dengan kerabat guna membersihkan diri dari kesalahan sebelum beribadah.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada tahun 1897, suasana keberangkatan di stasiun dipenuhi oleh warga satu desa yang saling berpelukan dengan haru. Memasuki tahun 1920-an, kepadatan pengantar di pelabuhan seperti Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Tanjung Perak sering kali melebihi jumlah jemaah itu sendiri.
Beberapa daerah memiliki sebutan khusus untuk tradisi ini, seperti Ninjo Haji bagi masyarakat di Bali yang mengantar jemaah hingga ke Pelabuhan Gilimanuk. Masyarakat Bugis-Makassar juga tetap menjaga tradisi serupa sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang dianggap sebagai tamu Allah SWT.
Meskipun transportasi saat ini jauh lebih cepat dan aman, esensi mengantar jemaah tetap bertahan di tengah masyarakat modern. Tradisi ini kini lebih difokuskan pada pemberian harapan agar para jemaah diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam meraih predikat haji mabrur.