Aparat TNI dari Kopassus bersama Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani melaksanakan penanaman jagung hibrida di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Selasa pagi, 12 Mei 2026. Langkah kolaboratif lintas sektor ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Kegiatan yang berlangsung di area pertanian milik PT Mandala Pratama tersebut dimulai pada pukul 09.20 WIB, sebagaimana dilansir dari Purwasuka. Program strategis ini melibatkan pengamanan dari Polsek Sukatani Polres Purwakarta guna memastikan kelancaran distribusi logistik pertanian di wilayah Jawa Barat.
Penanaman secara simbolis dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 200 hektare dari total target pengembangan yang mencapai 1.000 hektare secara bertahap. Dukungan sarana produksi juga diberikan berupa penyaluran bibit jagung sebanyak 3 ton untuk memacu produktivitas petani lokal di Sukajaya dan Jatiluhur.
Sejumlah pejabat hadir dalam agenda ini, antara lain Kepala Bidang Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat Dani, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Purwakarta Tatang Supyan, serta Camat Sukatani Asep Sendjaja. Unsur militer diwakili Danramil Sukatani Kapt. Inf. I Komang serta personel Kopassus Kapt. Inf. Rizal Mino dan Kapt. Inf. Ahya.
Sinergi ini dipandang sebagai fondasi stabilitas nasional melalui penguatan sektor agraris yang produktif. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya dalam mengawal ketersediaan pangan bagi masyarakat luas melalui pendampingan berkelanjutan.
"Ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional. Karena itu, Polri bersama TNI dan pemerintah daerah hadir untuk mendukung para petani agar sektor pertanian semakin kuat dan produktif," ujar IPTU Tini Yutini, Kasi Humas Polres Purwakarta.
Kepolisian menilai bahwa kolaborasi berbagai pihak sangat krusial dalam menghadapi dinamika global yang memengaruhi kebutuhan logistik. Selain itu, modernisasi pertanian melalui jagung hibrida diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk kembali mengelola lahan produktif.
"Kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga dan sektor pertanian dapat berkembang secara berkelanjutan," kata IPTU Tini Yutini.
Pengembangan lahan jagung hibrida di Kabupaten Purwakarta ini diproyeksikan memberikan kontribusi nyata pada swasembada pangan. Selain peningkatan hasil produksi, program ini difokuskan pada upaya menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen serta meningkatkan taraf ekonomi para petani setempat.