Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III melumpuhkan 12 tokoh Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dalam serangkaian operasi keamanan di berbagai wilayah Papua sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Dilansir dari Nasional, tindakan tegas tersebut diambil menyusul peningkatan eskalasi kekerasan yang dilakukan kelompok separatis di beberapa wilayah selama lima bulan terakhir tahun 2026. Prioritas utama dalam setiap operasi ini adalah menjamin keselamatan masyarakat sipil di Bumi Cendrawasih.
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menjelaskan bahwa setiap tindakan prajurit di lapangan didasarkan pada mandat perlindungan rakyat yang merupakan hukum tertinggi bagi aparat keamanan.
"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Bagi kami, melindungi nyawa warga sipil Papua adalah amanah suci yang tidak bisa ditawar," tegas Lucky, Sabtu (9/5/2026).
Meskipun situasi keamanan di Papua dinilai cukup menantang akibat gangguan kelompok separatis, Letjen Lucky menyebut personel TNI tetap bekerja secara taktis dan profesional di bawah tekanan situasi yang mendesak.
"Namun, perlu dicatat, TNI tidak akan pernah ragu! Dalam situasi mendesak, kami memegang teguh prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto," jelas Lucky.
Daftar tokoh yang dilumpuhkan mencakup sejumlah pimpinan strategis di berbagai Komando Daerah Pertahanan (Kodap). Mereka adalah Yesias Mate (Komandan Logistik Kodap IV Soraya), Army Kogoya (Komandan Batalyon Aluguru Kodap III Ndugama), dan Bilip Kobak (Komandan Operasi Kimpussa Kodap XVI Yahukimo).
Selanjutnya terdapat nama Dinus Tigau (Komandan Kompi Tanah Merah), Manuel Yohanes Aimau (Wakil Komandan Operasi Kodap IV Soraya), Hurbianus Murip (Kepala Keuangan Kodap III D Dulla), Alfon Sorry (Wakil Komandan Operasi Kodap IV Soraya), serta Jeki Murib (Komandan Wilayah Kodap XVII Ilaga).
TNI melaporkan tindakan terhadap Jeki Murib dipicu oleh serangan balik yang dilakukan tersangka terhadap personel militer di Desa Pinapa. Empat nama lainnya adalah Lau Gwijangge, Ket Gwijangge, Peltu Usmabul, dan Serlu Wonimbo.
"Tiga anggota (OPM lainnya yang dilumpuhkan) di wilayah Paniai," kata Lucky.
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, TNI mengonfirmasi adanya prajurit yang gugur akibat serangan dari pihak OPM. Selain melumpuhkan personel kelompok separatis, aparat juga menyita puluhan senjata api, amunisi, senjata tajam, serta atribut organisasi.
"Pengorbanan mereka adalah bukti nyata cinta tanpa batas kepada NKRI," tegas Lucky.
Kogabwilhan III menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektoral bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat dengan tetap menjunjung prinsip proporsionalitas perlindungan fasilitas publik.
"Kogabwilhan III berkomitmen penuh untuk terus menjaga situasi kondusif. Kami ingin memastikan mama-mama bisa ke pasar dengan tenang, anak-anak bisa sekolah dengan ceria, dan pembangunan di Papua terus melaju tanpa gangguan," tegas Lucky.
Pihak TNI mengimbau agar penduduk Papua tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh penyebaran informasi bohong yang bertujuan memprovokasi massa di tengah upaya pemulihan keamanan wilayah.