Komando Operasi TNI Habema menyiagakan pasukan serta alutsista untuk mengevakuasi delapan pendulang emas yang tewas diduga akibat dibunuh oleh TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Jumat (22/5/2026).
Kesiapan operasional ini mencakup penyediaan alat komunikasi dan dukungan logistik lengkap guna menembus kawasan pedalaman. Rencana evakuasi tersebut dijalankan melalui koordinasi ketat dengan satuan TNI, unsur penerbangan, serta personel gabungan, seperti dilansir dari Nasional.
Panglima Koops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga menjelaskan bahwa seluruh elemen pendukung telah dipastikan berada dalam kondisi siaga penuh. Proses pergerakan di lapangan bakal tetap memperhitungkan tantangan medan yang berat serta dinamika cuaca yang cepat berubah.
"Kami memastikan seluruh personel dan alutsista pendukung berada dalam kondisi siap untuk melaksanakan evakuasi secara maksimal dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan, kondisi medan, dan keselamatan seluruh pihak di lapangan," kata Yudha dalam siaran pers, Jumat (22/5/2025).
Langkah taktis di lapangan juga dibarengi dengan peningkatan intensitas patroli pengamanan di sejumlah titik rawan wilayah Yahukimo demi mencegah terjadinya gangguan susulan. Yudha memimpin langsung inspeksi kesiapan personel dan perlengkapan pada Jumat pagi.
"Saya bangga atas kesiapan dan semangat seluruh personel. Jangan lengah, tetap laksanakan tugas secara profesional, terukur, dan utamakan faktor keamanan serta keselamatan dalam setiap pergerakan di lapangan," kata Yudha, Panglima Koops TNI Habema.
Di sisi lain, kelompok TPNPB-OPM mengonfirmasi bahwa mereka bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan delapan pekerja tambang tersebut pada Selasa, 19 Mei 2026. Pihak kelompok bersenjata menuduh para pendulang emas itu merupakan aparat yang sedang melakukan penyamaran.
"Pasukan TPNPB OPM berhasil menembak mati delapan orang anggota TNI-Polri yang menyamar sebagai pendulang emas illegal di Korowai," kata Kopitua Heluka, Komandan Operasi Kodap XVI Yahukimo melalui rekaman video yang diterima pada Rabu (20/5/2026) malam.
Pihak TPNPB-OPM menyatakan serangan mematikan di kawasan tambang Korowai ini merupakan bentuk tindakan balasan langsung. Mereka mengaitkan operasi tersebut dengan insiden bersenjata yang terjadi beberapa hari sebelumnya di wilayah yang sama.
"Ini adalah aksi balasan kami terhadap penembakan oleh aparat terhadap dua anggota kami di Yahukimo pada hari Minggu kemarin. Kami juga bertanggungjawab atas penembakan ini," ujar Kopitua Heluka, Komandan Operasi Kodap XVI Yahukimo.