TNI AD mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi maraknya rencana pemutaran film dokumenter berjudul "Pesta Babi" karya Dandhy Dwi Laksono di beberapa wilayah Papua pada Sabtu (16/5/2026).
Ajakan untuk memilah informasi tersebut disampaikan agar tidak memicu distorsi informasi di tengah masyarakat, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto menjelaskan bahwa tayangan yang tidak melalui proses sensor resmi dikhawatirkan membawa narasi yang tidak berimbang.
"Kami mengajak warga untuk cerdas dalam memilah informasi. Konten yang tidak melalui proses sensor resmi dikhawatirkan membawa narasi yang tidak berimbang dan berpotensi memicu distorsi informasi di tengah masyarakat," ujar Kolonel Inf Tri Purwanto, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih.
Pihak Kodam XVII/Cenderawasih menegaskan setiap karya film yang dipertontonkan secara luas kepada publik wajib memiliki Sertifikat Lulus Sensor (SLS) dari Lembaga Sensor Film (LSF) sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman.
Pemutaran film dinilai tidak tepat dilakukan di ruang publik jika belum memiliki sertifikasi resmi, terutama demi menjaga stabilitas sosial di tengah program pembangunan Papua yang sedang berjalan.
"Jangan sampai narasi-narasi sepihak membenturkan masyarakat dengan program-program strategis pemerintah yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan di Tanah Papua. Kami menghimbau agar ruang-ruang diskusi dialihkan pada forum yang lebih edukatif, legal dan konstruktif," imbuh Kolonel Inf Tri Purwanto, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih.
Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan bakal terus memantau situasi di lapangan demi memastikan ketertiban umum tetap terjaga dengan baik.
"Kami ajak tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah," kata Kolonel Inf Tri Purwanto, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih.
Aparatur keamanan menyatakan kehadiran prajurit TNI di Papua tidak hanya berfokus pada aspek keamanan semata, melainkan juga ikut mendukung kesejahteraan lewat pendekatan humanis.
Berbagai kegiatan sosial seperti pelayanan kesehatan gratis, bantuan pendidikan anak pedalaman, pembangunan fasilitas umum, hingga program ketahanan pangan terus dijalankan secara aktif oleh prajurit TNI.