Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (Timwas Haji DPR) melaksanakan rapat koordinasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (13/05/2026) guna memastikan kesiapan penyelenggaraan haji. Pengawasan intensif akan dilakukan terhadap berbagai sektor pelayanan bagi 221.000 jemaah Indonesia menjelang keberangkatan ke Arab Saudi pada akhir pekan ini.
Dilansir dari Detikcom, fokus utama pengawasan mencakup aspek akomodasi, transportasi, katering, hingga layanan kesehatan. Ketua Timwas Haji DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, menjelaskan bahwa pembagian tugas telah disusun berdasarkan komisi asal masing-masing anggota untuk memantau kinerja kementerian terkait.
"Kita Timwas sudah melakukan persiapan. Jadi brainstorming apa poin-poin yang harus dilakukan dan pembagian tugas kerja ya. Karena saking banyaknya kita harus mengawasi mitra kita, Kementerian Haji dan Umrah, sebanyak 221.000 jemaah yang harus kita pastikan," kata Ketua Timwas Haji DPR Cucun Ahmad Syamsurijal.
Agenda koordinasi tersebut melibatkan pimpinan Komisi VIII DPR RI, anggota Timwas, serta perwakilan travel dan sekretariat jenderal. Cucun menegaskan bahwa tim telah membagi kelompok kerja untuk melakukan pemeriksaan mendetail di lapangan sesuai dengan kesepakatan Panitia Kerja (Panja) sebelumnya.
"Jadi tadi dibagi ada yang di tim mengawasi akomodasi, hotel, segala macam, apa sudah sesuai dengan hasil Panja. Kemudian juga sudah dibagi ada yang tim cek katering yang kemarin sudah dilakukan pengawasan sejak awal sebelum pelaksanaan haji ini," lanjut Cucun.
Sektor transportasi turut menjadi perhatian serius, terutama terkait efektivitas bus Shalawat dan operasional terminal di Arab Saudi. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kendala fisik jemaah Indonesia saat harus mengantre kendaraan bersama jemaah dari negara lain.
"Karena kita itu kan yang dikhawatirkan dari tahun ke tahun, jemaah kita ini menyatu dengan yang negara-negara lain. Sehingga kalau jemaah haji Indonesia disatukan dengan yang dari Turki, kemudian dari wilayah-wilayah yang orang-orangnya lebih postur tubuhnya lebih besar, ini kasihan kadang-kadang mereka nunggu bus itu berjam-jam, ya," imbuh Cucun.
Selain logistik harian, Timwas Haji DPR memprioritaskan kesiapan di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Peninjauan langsung ke lokasi Masyair direncanakan mulai lima hari sebelum puncak ibadah haji untuk memvalidasi fasilitas tenda dan tempat tidur.
"Dan terutama kita nanti H-5 tadi kalau lihat di-schedule akan melakukan pengawasan persiapan puncak haji, Armuzna ya (Arafah, Muzdalifah, Mina). Apakah yang disampaikan dan yang ditawarkan waktu rapat-rapat di Komisi VIII dengan Kementerian Haji ini sudah sesuai belum. Dua syarikah ini kita akan pastikan yang melayani Masyair Armuzna," kata Cucun.
Sebagai langkah final, Timwas dijadwalkan bertemu dengan pihak Kementerian Haji dan Amirul Hajj pada 23 Mei 2026. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi seluruh kesiapan prosedur sesuai amanat undang-undang sebelum dimulainya puncak manasik.
"Nanti akan kita lakukan evaluasi sebelum proses puncak haji tanggal 23, nanti akan dilakukan rapat evaluasi dulu dengan Amirul Hajj dan pihak Kementerian Haji," tandas Cucun.