Tim Pengawas Haji (Timwas Haji) DPR RI mulai memperketat pemantauan penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang dilakukan sejak keberangkatan jemaah di tanah air hingga tiba di Arab Saudi. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, koordinasi pengawasan ini bertujuan untuk memastikan seluruh pelayanan dari Panitia Kerja sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, memberikan penegasan bahwa fokus pengawasan tidak terbatas pada wilayah Mekkah dan Madinah saja. Marwan menyampaikan informasi tersebut dalam Rapat Koordinasi Timwas Haji DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026).
"Yang menjadi perhatian bukan hanya di Mekkah dan Madinah, tapi juga sejak dari sini, sejak berangkat. Tapi karena kita sudah melakukan tugas ini dari Komisi VIII, persiapan keberangkatan dan nanti kita mendarat sebetulnya sudah menjadi pantauan kita di Bandara. Pada saat nanti mendarat di Madinah, jemaah masih ada yang mendarat bersama kita. Di situ sudah bisa kita lihat apakah petugas bekerja dengan baik atau apakah pelayanan-pelayanan pemberangkatan jemaah dari terminal menuju hotel sesuai prosedur yang ditetapkan Panja," kata Marwan Dasopang, Ketua Komisi VIII DPR RI.
Struktur Timwas Haji terdiri dari unsur pimpinan DPR, pimpinan Komisi VIII, anggota dewan, serta tim pendukung yang diberangkatkan dalam dua gelombang. Tahap pertama dijadwalkan pada 16 hingga 18 Mei 2026, sementara tahap kedua pada 20 dan 21 Mei 2026.
"Kenapa banyak pendukung? Karena dalam pengawasan DPR tidak mungkin mencatat sedetil mungkin temuan-temuan maupun yang menjadi perhatian kita. Nanti di tim pendukung ini begitu kita melakukan pengawasan mereka melekat," tandas Marwan Dasopang, Ketua Komisi VIII DPR RI.
Sektor akomodasi menjadi perhatian utama, di mana jarak hotel jemaah disepakati maksimal 4,5 kilometer dari pusat ibadah di luar wilayah Armuzna. Selain itu, aspek katering juga disorot untuk memastikan penggunaan bahan baku asli Indonesia sesuai kesepakatan rasa Nusantara.
"Kemudian katering atau konsumsi. Keputusan di Panja adalah rasa Nusantara, berarti bahan pokoknya dari Indonesia, mulai dari beras dan bumbu-bumbu. Temuan kita selama ini, karena bahannya tidak ada, kateringnya menyiasati berasnya beras Rojo Lele, tapi dari Thailand. Termasuk bawang, serai ternyata dari India," jelas Marwan Dasopang, Ketua Komisi VIII DPR RI.
Timwas juga memeriksa kelaikan transportasi bus, termasuk armada bus Shalawat yang melayani mobilitas jemaah dari hotel ke Masjidil Haram. Aspek terakhir yang dipantau adalah fasilitas serta pelayanan kesehatan bagi jemaah selama berada di Arab Saudi.
"Kita akan kita lihat fasilitas kesehatan. Kesehatan ini ada yang berupa pusat kesehatan kita tapi juga kesehatan di Arab," kata Marwan Dasopang, Ketua Komisi VIII DPR RI.