Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), memberikan apresiasi terhadap peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji tahun 2026. Penilaian positif ini muncul setelah dirinya melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai fasilitas pendukung bagi jemaah asal Indonesia di Mina.
BHS mengungkapkan bahwa penyelenggaraan haji kali ini menunjukkan kemajuan yang sangat berarti dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini mencakup berbagai sektor krusial seperti akomodasi, layanan kesehatan, distribusi konsumsi, hingga fasilitas khusus bagi jemaah lansia.
Fasilitas Maktab dan Dukungan Transportasi Lokal
Salah satu poin yang menjadi perhatian utama adalah lokasi tenda atau maktab bagi jemaah reguler yang kini diposisikan lebih strategis. Menurut BHS, penempatan maktab tahun ini tergolong lebih dekat dengan area Jamarat untuk mempermudah jemaah dalam melaksanakan prosesi lontar jumrah.
Selain lokasi yang lebih terjangkau, panitia juga menyediakan layanan mobil golf atau golf cart sebagai moda transportasi tambahan. Fasilitas ini sangat membantu jemaah lanjut usia, wanita, serta mereka yang memiliki keterbatasan fisik agar tidak perlu berjalan kaki terlalu jauh.
Kualitas Akomodasi dan Kebersihan Sanitasi
Kondisi di dalam tenda jemaah juga dinilai sangat layak dan menunjang kenyamanan istirahat selama berada di Mina. Setiap tenda telah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) yang berfungsi baik serta kapasitas ruang yang sesuai dengan jumlah penghuni.
Aspek kebersihan dan ketersediaan sanitasi turut menjadi fokus pemantauan Timwas DPR RI di lapangan. Berdasarkan hasil pengecekan, jumlah toilet dan kamar mandi saat ini dipastikan mencukupi kebutuhan ribuan jemaah secara bergantian.
Ringkasan fasilitas sanitasi yang tersedia bagi jemaah di Mina:
- Setiap bilik kamar mandi telah dilengkapi dengan fasilitas shower yang memadai.
- Tersedia sekitar 120 bilik yang diproyeksikan mampu melayani kebutuhan hingga 4.000 jemaah.
- Distribusi air dan kebersihan area toilet terjaga dengan baik selama puncak ibadah haji.
Penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai ini diharapkan dapat meminimalkan antrean panjang yang sering menjadi kendala di tahun-tahun sebelumnya. Dengan infrastruktur yang lebih baik, jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah dengan tenang.
Peningkatan Gizi dan Layanan Kesehatan
Sektor konsumsi juga mendapatkan nilai memuaskan karena distribusi makanan yang tepat waktu serta kualitas gizi yang terjaga. Menu yang disajikan sangat bervariasi dan tetap mengedepankan cita rasa nusantara agar sesuai dengan selera jemaah Indonesia.
Daftar menu dan kualitas konsumsi yang diterima oleh jemaah haji:
- Pilihan protein yang beragam mulai dari daging sapi, ayam, ikan, hingga telur.
- Pelengkap nutrisi berupa sayur-sayuran segar, buah-buahan, susu, hingga makanan ringan.
- Keterlibatan juru masak asal Indonesia untuk memastikan rasa makanan yang autentik.
- Sistem informasi digital yang transparan mengenai data gizi dan sertifikasi makanan.
Selain nutrisi yang terjaga, akses terhadap layanan kesehatan juga dilaporkan semakin mudah dijangkau oleh seluruh jemaah. Keberadaan tenaga medis yang sigap serta stok obat-obatan yang mencukupi menjadi faktor kunci dalam menjaga kondisi fisik jemaah tetap bugar.
BHS menekankan bahwa peningkatan kualitas medis ini berdampak langsung pada menurunnya angka kematian jemaah dibandingkan tahun lalu. Data tersebut menjadi bukti nyata bahwa sistem pengawasan kesehatan di lapangan bekerja secara optimal dan efektif.
Transparansi dan Koordinasi Layanan
Penyelenggaraan haji 2026 juga menonjolkan sisi transparansi informasi melalui pemanfaatan teknologi digital di berbagai titik layanan. Jemaah kini bisa memantau data petugas, detail menu makanan, hingga sertifikasi layanan secara terbuka melalui platform yang disediakan.
Sebagai penutup, BHS menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Haji Arab Saudi serta seluruh pihak terkait atas koordinasi yang apik. Sinergi yang kuat antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi terbukti mampu memberikan pengalaman ibadah haji yang lebih terukur dan bermartabat.