TikTok Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Anak demi Kepatuhan PP Tunas

TikTok Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Anak demi Kepatuhan PP Tunas
Foto: Ilustrasi TikTok Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Anak demi Kepatuhan PP Tunas.

Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat sebanyak 1,7 juta akun TikTok milik anak di bawah usia 16 tahun telah dinonaktifkan hingga 28 April 2026. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas mengenai perlindungan anak di ruang digital.

Dilansir dari Kompas, TikTok menjadi platform digital pertama yang menyerahkan laporan capaian kepatuhan regulasi tersebut kepada pemerintah Indonesia secara resmi. Meskipun tindakan tersebut sudah dilakukan, pemerintah menilai tingkat kepatuhan platform ini masih bersifat sebagian dan belum memenuhi seluruh poin mandat regulasi.

Kronologi Kepatuhan TikTok terhadap PP Tunas
WaktuTindakan Implementasi
Maret 2026Penerapan pembatasan usia akses pada 28 platform media sosial
10 April 2026Pemberlakuan resmi PP Tunas
14 April 2026Penonaktifan tahap awal sebanyak 780.000 akun anak
28 April 2026Total penonaktifan mencapai 1,7 juta akun anak

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberikan penegasan terkait tanggung jawab perusahaan teknologi dalam menjalankan aturan perlindungan anak ini. Beliau menekankan agar platform lain segera menyusul langkah nyata yang telah dimulai oleh TikTok.

"Kita mengimbau para platform yang sudah menyatakan komitmen kepatuhannya untuk tidak berhenti hanya di komitmen kepatuhan, tapi untuk segera melapor langkah-langkah nyata yang sudah dilakukan masing- masing platform." ujar Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital sebagaimana dikutip Antara pada Kamis (30/4/2026).

Urgensi pengawasan ini didasarkan pada data We Are Social per 13 Mei 2025 yang menunjukkan pertumbuhan pesat pengguna TikTok di Indonesia dari 108 juta pada 2023 menjadi 127 juta pengguna pada 2025. Komisi Perlindungan Anak Indonesia juga mengidentifikasi risiko bagi anak-anak di platform tersebut, mulai dari perundungan digital hingga paparan konten pornografi.

Artikel terkait

Rekomendasi