Minat masyarakat terhadap konten kecantikan dan perawatan diri di media sosial terus mengalami lonjakan signifikan. Dilansir dari Media Indonesia, platform digital TikTok mencatat pertumbuhan konten pada kategori kecantikan dan self-care ini mencapai 57 persen secara tahunan.
Para pengguna aktif memanfaatkan platform tersebut demi mendapatkan referensi, ulasan produk, hingga memantau perkembangan tren kecantikan paling baru. Kehadiran sistem rekomendasi yang terpersonalisasi turut mempermudah audiens menemukan konten yang paling sesuai dengan preferensi mereka.
Merespons dinamika tersebut, TikTok menyelenggarakan festival kecantikan bertajuk TikTok ForYouBeauty 2026 yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026. Acara yang mengusung tema Temukan Cantikmu ini mengintegrasikan berbagai aktivitas yang melibatkan para kreator, brand, serta komunitas.
Langkah ini berjalan beriringan dengan performa positif industri kecantikan nasional yang diproyeksikan terus tumbuh dengan rata-rata 5,35 persen per tahun hingga 2028. Sektor ini diperkuat oleh sekitar 1.500 perusahaan kosmetik di Indonesia, yang mayoritas di antaranya merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Client Partnerships Solution Manager TikTok Indonesia, Christopher Junaidi, menjelaskan bahwa pergeseran tren kecantikan di media sosial kini bergerak ke arah yang jauh lebih personal.
ÔÇ£Di TikTok, kami melihat kecantikan kini semakin personal. Masyarakat tidak lagi hanya mengikuti tren, tetapi juga aktif mengekspresikan cantik versi mereka sendiri bersama komunitas TikTok,ÔÇØ ujarnya dalam keterangannya.
Christopher Junaidi menambahkan, para kreator dan brand memanfaatkan ekosistem digital ini untuk memandu masyarakat dalam menemukan pilihan kosmetik yang tepat. Hal itu dituangkan lewat pembuatan konten panduan, rekomendasi produk, serta tren praktis yang mudah diaplikasikan sehari-hari.
ÔÇ£Melalui TikTok ForYouBeauty, kami ingin menghadirkan ruang bagi komunitas kecantikan untuk saling terhubung, berbagi inspirasi, dan merayakan keberagaman ekspresi kecantikan Indonesia,ÔÇØ katanya.
Pertumbuhan ekosistem ini juga dirasakan oleh brand lokal Hanasui yang menilai platform digital telah bertransformasi menjadi ruang interaksi intim dengan konsumen. Kondisi ini didukung oleh data transaksi kategori kecantikan dan perawatan diri di TikTok Shop by Tokopedia yang melonjak di atas 60 persen setiap tahun.
Head of Brand Hanasui, Kidung Jagad Wening, menegaskan bahwa sinergi antara produsen, kreator, dan komunitas merupakan pendorong utama dari perkembangan industri kosmetik digital saat ini.
ÔÇ£Lewat kombinasi solusi periklanan TikTok Ads, konten yang relevan, interaksi komunitas, serta integrasi dengan TikTok Shop by Tokopedia, kami dapat mengubah perhatian audiens menjadi pertumbuhan bisnis yang nyata di tengah industri kecantikan yang semakin kompetitif,ÔÇØ tuturnya.
Perkembangan industri ini tidak lepas dari peran kreator konten seperti Alma Tando dan Farra Jaidi yang membangun kedekatan erat dengan audiens. Melalui ulasan produk lokal serta eksplorasi gaya kosmetik yang khas, keduanya berhasil menjadi rujukan bagi para pengguna media sosial.
Sebagai bagian dari rangkaian program, festival ini telah melangsungkan berbagai aktivitas online sejak Mei 2026 seperti hashtag challenge dan sesi live shopping. Acara puncak siap diselenggarakan secara luring di Senayan City pada 12ÔÇô14 Juni 2026 dengan menggandeng lebih dari 60 brand lokal maupun internasional.
Para pengunjung festival dapat mencoba produk secara langsung, memanfaatkan instalasi interaktif berbasis filter AI, beauty salon, serta menikmati hiburan dari musisi seperti Sal Priadi, Ghea Indrawari, Reality Club, dan Nadhif Basalamah.
ÔÇ£Melalui ruang yang inklusif ini, kami ingin merayakan ragam ekspresi kecantikan Indonesia sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaku industri lokal untuk bertumbuh, berinovasi, dan menjangkau audiens yang lebih luas bersama-sama,ÔÇØ tutup Christopher.