Thailand Terancam Suhu Panas Ekstrem Setara Gurun Sahara pada 2070

Thailand Terancam Suhu Panas Ekstrem Setara Gurun Sahara pada 2070
Foto: Ilustrasi Thailand Terancam Suhu Panas Ekstrem Setara Gurun Sahara pada 2070.

Thailand berpotensi mengalami lonjakan suhu ekstrem yang menyamai iklim Gurun Sahara pada tahun 2070 mendatang akibat dampak berkelanjutan pemanasan global. Peringatan mengenai pergeseran iklim yang drastis ini dilaporkan oleh media Lestari pada Sabtu (18/4/2026) berdasarkan analisis berbagai penelitian iklim terbaru.

Direktur program Climate Connectors, Tara Buakamsri, menegaskan ancaman tersebut dengan merujuk pada studi berjudul "Future Of The Human Climate Niche" serta artikel karya Owen Mulhern. Data menunjukkan bahwa ambang batas kenyamanan tempat tinggal manusia mulai terlampaui karena 19 dari 20 tahun terpanas tercatat terjadi setelah tahun 2001.

"Too Hot To Live: Climate Change In Thailand" ujar Tara Buakamsri, Direktur program Climate Connectors.

Penelitian tersebut menyoroti konsep relung iklim manusia yang secara historis berada pada suhu rata-rata tahunan 11 hingga 15 derajat Celsius. Saat ini, hanya 0,8 persen wilayah daratan bumi, terutama di Gurun Sahara, yang memiliki suhu rata-rata tahunan di atas 29 derajat Celsius.

"Future Of The Human Climate Niche" kata Tara Buakamsri, Direktur program Climate Connectors.

Jika emisi gas rumah kaca tidak ditekan, wilayah dengan suhu panas ekstrem tersebut diprediksi meluas secara signifikan. Kondisi ini dapat menyebabkan sepertiga penduduk dunia terpapar suhu panas yang saat ini hanya terjadi di segelintir lokasi paling terik di bumi.

Suhu rata-rata tahunan Thailand saat ini berada di angka 26 derajat Celsius, yang dinilai sudah mendekati zona bahaya. Prediksi menunjukkan negara tersebut akan melewati ambang batas 29 derajat Celsius pada akhir abad ini, sehingga menyamai level suhu iklim gurun.

Fenomena ini akan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat, menurunkan produktivitas kerja, serta mengancam ketahanan pangan. Kelompok rentan seperti lansia, keluarga berpenghasilan rendah, dan pekerja luar ruangan menjadi pihak yang paling terdampak oleh risiko penyakit jantung serta pernapasan.

Sektor pertanian dan ekonomi juga dibayangi risiko besar karena panas berlebih menurunkan hasil panen dan meningkatkan ketergantungan pada energi listrik. Meskipun penggunaan AC dianggap sebagai solusi adaptasi, hal tersebut berisiko memperparah emisi jika infrastruktur energinya masih bergantung pada bahan bakar fosil.

Kondisi panas ekstrem di Thailand juga berkaitan erat dengan peningkatan frekuensi banjir, kekeringan parah, dan kenaikan permukaan air laut. Pemerintah setempat kini menghadapi tantangan besar untuk menata ulang sistem energi, layanan kesehatan, dan model ekonomi guna menghadapi iklim yang semakin ekstrem.

Artikel terkait

Rekomendasi