Tembok SDN 08 Tebet Barat Roboh Siswa Belajar Daring

Tembok SDN 08 Tebet Barat Roboh Siswa Belajar Daring
Foto: Ilustrasi Tembok SDN 08 Tebet Barat Roboh Siswa Belajar Daring.

Siswa SD Negeri 08 Tebet Barat, Jakarta Selatan, diminta melaksanakan kegiatan belajar dari rumah pada Selasa (5/5/2026). Kebijakan ini diterapkan menyusul insiden robohnya tembok yang berada di samping lingkungan sekolah tersebut.

Kepala SD 08 Tebet Barat, Daryono, menegaskan bahwa pengalihan metode belajar dilakukan untuk menjamin keselamatan para peserta didik. Dilansir dari Megapolitan, pihak sekolah mengutamakan aspek keamanan di lokasi kejadian.

"Karena memang untuk keamanan itu kan harus diutamakan. Jadi anak-anak hari ini dilaksanakan tetap KBM tapi PJJ ya, daring," kata Daryono saat ditemui di lokasi, Selasa.

Keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi antara kepala sekolah dengan jajaran guru segera setelah insiden terjadi. Informasi mengenai pembelajaran daring dikirimkan kepada para wali murid melalui grup pesan singkat sejak pagi buta.

Meski pengumuman telah disebarkan, beberapa siswa terpantau tetap mendatangi sekolah karena orang tua mereka belum sempat membaca pesan koordinasi tersebut.

"Sempat ada yang datang. Memang kan biasanya orangtua juga ada yang belum sempat buka WA gitu ya," kata dia.

Proses pembelajaran tatap muka direncanakan kembali normal setelah seluruh sisa reruntuhan tembok dibersihkan dari area sekolah. Keberadaan puing-puing dan proses evakuasi dikhawatirkan dapat memicu rasa ingin tahu siswa yang berisiko pada keselamatan mereka.

Daryono menambahkan bahwa kerusakan juga terjadi pada atap kantin yang ikut ambruk, sehingga area tersebut menjadi sangat rawan bagi anak-anak yang bermain di sekolah.

"Takutnya anak kan main, pastikan anak-anak ingin tahunya tinggi ya. Jadi takutnya itu begitu main tahu-tahu ada hujan, ada angin, kita enggak tahu. Jadi setelah rapi, sekiranya dinilai aman baru nanti masuk," tutur Daryono.

Berdasarkan data sekolah, tembok tersebut merupakan bangunan tua yang belum pernah direnovasi sejak tahun 2015. Munculnya retakan di beberapa titik sebelum roboh menjadi evaluasi serius bagi pihak sekolah dalam menjaga fasilitas sarana prasarana.

"Kami belajar dari pengalaman. Apapun lubang, retak sekecil apa pun kita harus segera tindak lanjuti. Jangan sampai yang terjadi seperti hari ini," kata dia.

Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan dijadwalkan akan memperbaiki turap di bawah lokasi kejadian terlebih dahulu sebelum pembangunan tembok baru dilaksanakan.

Artikel terkait

Rekomendasi