Tembok Penahan Tanah Roboh di Bogor Tewaskan Seorang Perempuan

Tembok Penahan Tanah Roboh di Bogor Tewaskan Seorang Perempuan
Foto: Ilustrasi Tembok Penahan Tanah Roboh di Bogor Tewaskan Seorang Perempuan.

Seorang perempuan berinisial W (24) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan tembok penahan tanah (TPT) yang roboh di kawasan Pasir Jaya, Bogor Barat, Kota Bogor, pada Minggu (3/5/2026) malam. Insiden tersebut terjadi saat wilayah setempat diguyur hujan deras.

Peristiwa nahas ini bermula ketika struktur penahan tanah tersebut tidak mampu menahan tekanan saat cuaca ekstrem melanda. Dilansir dari Megapolitan, korban ditemukan dalam kondisi terhimpit material bangunan dan dinding di lokasi kejadian oleh warga sekitar yang mendengar suara benturan keras.

Saksi mata di lokasi, Mira, menceritakan bahwa dirinya sedang beristirahat di dalam rumah ketika mendengar suara hantaman yang sangat kuat dari luar. Awalnya ia memeriksa area dapur namun tidak menemukan kerusakan apa pun sebelum akhirnya mengecek ke arah luar rumah.

"Saya kan lagi tiduran sama anak di dalam rumah karena hujan agak gede kan kedengeran benturan duar gitu," kata Mira.

Setelah keluar rumah, Mira mendapati korban sudah dalam keadaan terjepit material TPT yang ambruk. Ia menuturkan bahwa hanya sebagian kecil dari tubuh korban yang terlihat di balik puing-puing bangunan tersebut.

"Pas lari ke depan teh memang udah posisinya udah begini korbannya, cuman saya kelihatan segini doang," lanjut Mira.

Mira segera memanggil suaminya, Azis, dan warga lainnya untuk meminta bantuan evakuasi. Teriakannya memicu respons cepat dari para tetangga yang langsung berkumpul di lokasi untuk membantu mengangkat material yang menimbun korban.

"Pas saya panggil suami, 'Ayah, Ayah, ini ada yang ketimbun longsor, ketimbun longsor!' Ke tetangga juga, 'Teh, ini Teh, ketimbun longsor Teh, ketimbun longsor!' gituin," ujar Mira.

Upaya evakuasi dilakukan secara gotong royong hingga tubuh W berhasil dipindahkan ke area yang lebih aman. Meskipun saat itu korban sudah tidak sadarkan diri, warga melihat korban masih menunjukkan tanda-tanda bernapas sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Dibawa ke depan rumah saya udah enggak sadar diri aja," kata Mira.

Berdasarkan pengamatan di lingkungan sekitar, lokasi jatuhnya korban merupakan jalur aktif yang sering dilewati masyarakat. Mira menduga korban sedang dalam perjalanan menuju warung ketika tembok tersebut tiba-tiba runtuh menimpanya.

"Soalnya posisinya orangnya dia ke sini. Biasa kalau ke situ ke warung," tutur Mira.

Jalan tersebut memang merupakan akses utama bagi warga sekitar, termasuk untuk kendaraan roda dua. Hal ini menyebabkan risiko tinggi bagi pejalan kaki saat terjadi gangguan struktur bangunan di sepanjang jalan tersebut.

"Iya, itu memang ini jalan. Ini kan jalan di situ, motor segala bisa ke sini pada lewat," kata Mira.

Jenazah korban akhirnya dipulangkan ke rumah duka sekitar pukul 21.21 WIB setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Proses kepulangan jenazah tersebut mendapat pengawalan dan bantuan dari petugas serta warga setempat.

Artikel terkait

Rekomendasi