PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi memulai langkah besar dalam menata ulang struktur bisnisnya sesuai dengan arahan dari Danantara. Salah satu langkah perdana yang diambil adalah melepas kepemilikan PT Administrasi Medika (AdMedika) kepada perusahaan asal Singapura, Fullerton Health.
Proses akuisisi ini bertujuan untuk mengintegrasikan keahlian administrasi kesehatan milik AdMedika ke dalam ekosistem regional Fullerton Health. Fullerton sendiri dikenal memiliki jaringan luas dengan hampir 600 fasilitas medis serta melayani jutaan anggota di berbagai negara Asia.
Transformasi dan Peluang Baru di Bawah Fullerton Health
Keputusan pelepasan ini dipandang sebagai momentum strategis bagi AdMedika untuk memperluas jangkauan operasionalnya di masa mendatang. Manajemen meyakini bahwa bergabung dengan grup internasional akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Beberapa poin penting terkait transisi kepemilikan AdMedika adalah:
- Merek dagang AdMedika dan TelkoMedika tetap dipertahankan untuk operasional sehari-hari.
- Struktur kepemimpinan perusahaan tidak mengalami perubahan pasca akuisisi.
- Seluruh karyawan dipastikan tetap bekerja dan mendapatkan peluang karier di jaringan global Fullerton Health.
- Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan bagi mitra dan penyedia jasa kesehatan.
Integrasi ini tidak hanya berfokus pada perubahan pemegang saham, tetapi juga pada penggabungan kekuatan kedua perusahaan. Dengan kapabilitas baru ini, AdMedika siap menghadapi dinamika industri kesehatan yang terus berkembang pesat.
Strategi Efisiensi dan Fokus Bisnis Telkom
Divestasi AdMedika sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 2024 sebagai bagian dari strategi optimalisasi portofolio Telkom Group. Langkah ini sejalan dengan mandat dari pemegang saham utama untuk memperkuat posisi perusahaan di sektor teknologi dan konektivitas.
Fokus utama Telkom Group setelah penataan ulang portofolio meliputi:
- Penguatan bisnis inti di sektor konektivitas digital (connectivity).
- Akselerasi layanan digitalisasi untuk berbagai sektor industri.
- Pengembangan solusi Teknologi Informasi berbasis Business-to-Business (B2B IT).
Penataan ini bertujuan agar sumber daya perusahaan lebih terfokus pada lini bisnis yang memberikan dampak signifikan. Dengan konsentrasi yang lebih tajam, Telkom berharap dapat meningkatkan daya saing di pasar digital nasional maupun global.
Target Perampingan Anak Usaha
Pelepasan AdMedika merupakan awal dari rencana besar Telkom untuk merampingkan jumlah anak usahanya secara signifikan. Perusahaan menargetkan untuk menutup atau melepas 10 anak usaha lainnya pada akhir Juni 2026 mendatang.
Rangkuman rencana restrukturisasi anak usaha Telkom dapat dilihat pada tabel berikut:
| Kategori Penataan | Target dan Tujuan |
|---|---|
| Jumlah Target Penutupan | 10 anak usaha hingga akhir Juni 2026. |
| Target Akhir Portofolio | Menyusut dari 67 menjadi sekitar 15-22 anak usaha saja. |
| Kriteria Perampingan | Anak usaha dengan bisnis serupa (overlap) atau performa negatif selama 2 tahun. |
| Lembaga Pengawas | Proses dipantau dan diarahkan langsung oleh Danantara Indonesia. |
Proses perampingan ini dilakukan melalui analisis mendalam terhadap kinerja keuangan dan relevansi bisnis setiap unit. Unit bisnis yang memiliki fungsi ganda akan digabungkan untuk mencapai efisiensi operasional yang lebih baik.
Manajemen Telkom menegaskan komitmennya untuk menjalankan instruksi Danantara dalam melakukan transformasi strategis ini. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perusahaan yang lebih berkelanjutan dan transparan bagi publik.