Teladan Prima Agro Ubah Sisa Dana IPO Rp 65 Miliar untuk Modal Anak Usaha

Teladan Prima Agro Ubah Sisa Dana IPO Rp 65 Miliar untuk Modal Anak Usaha
Foto: Ilustrasi Teladan Prima Agro Ubah Sisa Dana IPO Rp 65 Miliar untuk Modal Anak Usaha.

PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mengambil langkah strategis dengan mengalihkan pemanfaatan sisa dana hasil penawaran umum perdana (IPO). Dana yang awalnya dialokasikan untuk rencana akuisisi kini diputuskan menjadi setoran modal bagi entitas anak usahanya.

Dikutip dari Investortrust, manajemen perseroan telah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham untuk menyalurkan uang muka setoran modal kepada PT Cipta Davia Mandiri. Nilai investasi yang dikucurkan mencapai Rp 65,28 miliar.

Langkah penambahan modal ini ditujukan untuk mendongkrak produktivitas area perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh anak usaha tersebut.

Kebijakan perubahan pemanfaatan modal didasarkan pada kalkulasi situasi pasar terkini. Keterbatasan ketersediaan lahan kelapa sawit yang ideal menjadi salah satu pemicu utama reposisi anggaran ini.

ÔÇ£Perubahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika industri, khususnya terbatasnya ketersediaan aset perkebunan kelapa sawit yang memenuhi standar internal perseroan, serta tingginya valuasi pasar,ÔÇØ ungkap Head of Corporate Finance & Strategy Teladan Prima Agro, Wasisto Budi di kantor pusat perseroan, Beltway Office Park, Kamis (16/4/2026).

Perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) semenjak tahun 2022 ini mencatat total perolehan bersih dana IPO senilai Rp 285,6 miliar. Hingga periode pengujung tahun lalu, realisasi penyerapan modal telah menyentuh angka Rp 220,32 miliar atau setara 77 persen.

Alokasi dana IPO yang telah berjalan meliputi proses akuisisi PT Cipta Davia Mandiri dengan serapan Rp 136,32 miliar. Selanjutnya, TLDN menyuntikkan modal Rp 44 miliar kepada PT Telen Prima Sawit untuk mendirikan pabrik pengolahan inti sawit atau kernel crushing plant (KCP).

Emiten perkebunan ini juga merealisasikan setoran modal senilai Rp 40 miliar untuk PT Daya Lestari. Dana tersebut digunakan dalam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas atau biogas power plant (BPP).

Efisiensi Operasional dan Komitmen ESG

Manajemen TLDN menyatakan bahwa proyek pembangunan infrastruktur KCP serta BPP berperan besar dalam memperkuat sistem integrasi operasional. Investasi ini sekaligus menjadi wujud penerapan sistem circular economy melalui pemanfaatan limbah sawit menjadi energi terbarukan.

ÔÇ£Inisiatif ini sekaligus mendukung komitmen perseroan dalam penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG), khususnya dalam meningkatkan efisiensi sumber daya dan pengelolaan emisi,ÔÇØ sambung Wasisto Budi.

Melalui rangkaian keputusan yang disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tersebut, manajemen optimistis mampu mempertahankan capaian positif operasional.

Wasisto Budi meyakini bahwa langkah penyesuaian ini akan memperkokoh fundamental bisnis serta struktur permodalan perusahaan guna menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan memberikan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Artikel terkait

Rekomendasi