PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) bersiap menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST/LB) di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta pada Kamis (16/4/2026) dengan membahas 10 agenda kegiatan perseroan.
Tiga agenda penting di antaranya mencakup keputusan penggunaan saldo laba ditahan menjadi dividen, pembelian kembali atau buyback saham, serta penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 1,39 miliar saham, seperti dilansir dari Investortrust.
Agenda RUPST lainnya meliputi persetujuan laporan keuangan tahun 2025, penggunaan saldo laba perseroan yang berakhir tahun 2025, penunjukan akuntan publik, tunjangan dewan komisaris dan direksi, perubahan susunan pengurus, pelaksanaan program MSOP, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum berkelanjutan.
Sementara itu, agenda RUPSLB juga mengagendakan persetujuan pemenuhan persyaratan KBLI yang menyesuaikan kegiatan usaha perseroan sebagai bagian dari transformasi bisnis menuju sektor hijau, termasuk pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
Penggunaan saldo laba untuk dividen dan buyback dinilai menarik bagi pemodal karena dapat meningkatkan nilai pemegang saham, sedangkan rights issue menjadi fondasi penguatan modal ekspansi jangka menengah dan panjang.
Meskipun mencatatkan kerugian bersih pada 2025 akibat dampak non-kas dan akuntansi dari divestasi PLTU, emiten ini tetap membukukan EBITDA disesuaikan yang positif dengan saldo kas yang meningkat 15% menjadi US$ 102,3 juta, serta lonjakan pendapatan bisnis berkelanjutan sebesar 738% secara tahunan menjadi US$ 164,1 snilai pada 2025.
ÔÇ£Secara historis TOBA adalah emiten yang rutin membagikan dividen. Meskipun ada kerugian non-kas karena transisi aset ke bisnis hijau, saldo laba tetap positif dari keuntungan tahun-tahun sebelumnya. Ini menunjukkan fundamental bisnis TOBA tetap kuat,ÔÇØ ujarnya Andhika Audrey, Analis BRI Danareksa Sekuritas.
Langkah penggabungan tiga agenda besar ini mencerminkan strategi efisiensi tepat yang diprediksi memberikan dampak positif pada kinerja saham perusahaan.
ÔÇ£Ini menunjukkan keyakinan manajemen bahwa harga saham saat ini belum mencerminkan valuasi wajar perusahaan,ÔÇØ kata Raka Junico, Analis MNC Sekuritas.
Instrumen buyback ini dinilai dapat meningkatkan kepercayaan pasar saham secara signifikan.
ÔÇ£Kombinasi dividen dan buyback sebagai ÔÇ£combo boosterÔÇØ bagi investor, karena memberikan arus kas langsung sekaligus menciptakan permintaan di pasar saham,ÔÇØ tambahnya Raka Junico, Analis MNC Sekuritas.
ÔÇ£Skema rights issue bisa memfasilitasi investor strategis untuk ambil bagian dalam pertumbuhan jangka panjang perusahaan,ÔÇØ tambahnya Raka Junico, Analis MNC Sekuritas.
Pelaksanaan RUPS ini menjadi penentu bagi investor strategis untuk terlibat dalam pertumbuhan jangka panjang bisnis hijau perseroan.