Tawuran Remaja di Petamburan Hanguskan Dua Lapak Pedagang Buah

Tawuran Remaja di Petamburan Hanguskan Dua Lapak Pedagang Buah
Foto: Ilustrasi Tawuran Remaja di Petamburan Hanguskan Dua Lapak Pedagang Buah.

Dua lapak pedagang buah hangus terbakar akibat tawuran antarkelompok pemuda di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang memuncak pada Jumat (17/4/2026) malam pukul 19.00 WIB. Peristiwa yang disertai aksi saling lempar petasan dan senjata tajam ini dilaporkan telah terjadi selama tiga hari berturut-turut.

Insiden pembakaran tersebut menjadi titik terparah dari rangkaian bentrokan yang bermula sejak Rabu dini hari, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Warga setempat melaporkan bahwa api sempat membumbung tinggi hingga menjalar ke vegetasi di sekitar lokasi sebelum berhasil dipadamkan oleh petugas.

Saksi mata sekaligus warga Petamburan 5, Ilham, menjelaskan bahwa bentrokan pada akhir pekan ini merupakan kejadian ketiga di lokasi yang sama.

"Kan kejadian sudah tiga kali. Pertama itu kejadiannya di jam 01.30 WIB hari Rabu dini hari. Terus yang kedua jam 20.30 WIB, Kamis (16/4/2026) malam," ujar Ilham.

Pria berusia 32 tahun tersebut menambahkan bahwa para pelaku sudah membekali diri dengan berbagai senjata tajam seperti celurit, parang, dan katana pada hari-hari sebelumnya.

"Nah yang hari Jumatnya ini nih, habis Isya jam 19.00 WIB," lanjut Ilham.

Bentrokan susulan tetap pecah meski aparat kepolisian sempat melakukan penjagaan di lokasi pada pagi hingga sore hari. Ilham menyebutkan bahwa situasi mulai memanas segera setelah petugas meninggalkan area tersebut.

"Oleh karenanya pedagang sudah siaga pas hari Kamis, hari Jumat. Nah pas polisi pergi dari lokasi, perginya pas habis Maghrib. Pas itu Jumat malam langsung terjadi lagi," tutur Ilham.

Kebakaran hebat yang melanda deretan lapak pedagang diduga dipicu oleh penggunaan bahan bakar cair dalam botol oleh kelompok yang bertikai.

"Mereka bawa petasan, ditembak-tembakkan (dilempar) ke kita dan dia bakar api nih di sini, di lapak pedagang buah. Kalau tidak salah pakai bom molotov," kata Ilham.

Khawatir api merambat ke area permukiman yang padat, warga secara kolektif mendesak petugas pemadam kebakaran untuk segera melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.

"Kami telepon, kami paksa minta datang karena api sudah besar. Takut menyambar ke pemukiman warga," ujar Ilham.

Saksi lainnya, Imam, memberikan kesaksian serupa mengenai arah serangan yang memang menyasar area perdagangan di pinggir jalan tersebut.

"Petasannya besar. Tapi ada yang kecil juga. Dilempar ke arah sini. Kalau dari arah sini, Petamburan 5, anak mudanya juga melawan pakai petasan," tutur Imam.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi bahwa pertikaian ini melibatkan massa dari dua wilayah yang bertetangga.

"Yang semalam terjadi adalah adanya gesekan antara RW 11 dan RW 5 Kelurahan Petamburan," ujar Dhimas.

Pihak kepolisian mengidentifikasi bahwa penggunaan kembang api yang diarahkan ke kelompok lawan menjadi pemantik utama meluasnya keributan.

"Dikarenakan adanya tembakan petasan atau kembang api yang mengarah ke masing-masing RW tersebut," lanjut Dhimas.

Penanganan situasi melibatkan kolaborasi antara personel kepolisian, tim pengendalian massa, Satpol PP, dan petugas pemadam kebakaran guna memastikan kondisi kembali kondusif.

"Tidak sampai setengah jam sudah reda," tegas Dhimas.

Berdasarkan pendataan kepolisian, kerusakan material terbatas pada fasilitas berdagang dan tidak merembet ke struktur bangunan permanen di sekitarnya.

"Yang terbakar hanya dua gerobak buah dan tidak ada bangunan atau warung yang terbakar," kata Dhimas.

Hingga Sabtu (18/4/2026) pagi, otoritas kepolisian belum menerima laporan adanya korban luka maupun korban jiwa dalam rangkaian peristiwa tawuran tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi