Tawuran Warga di Petamburan Hanguskan Lapak Pedagang

Tawuran Warga di Petamburan Hanguskan Lapak Pedagang
Foto: Ilustrasi Tawuran Warga di Petamburan Hanguskan Lapak Pedagang.

Garis polisi terpasang di lokasi kebakaran lapak pedagang akibat tawuran antarwarga yang pecah di Jalan Petamburan V, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (17/4/2026) malam. Insiden yang melibatkan massa dari dua rukun warga tersebut menyebabkan sejumlah tempat usaha warga hangus dilahap api.

Kondisi di lapangan pada Sabtu (18/4/2026) menunjukkan tumpukan material sisa kebakaran berupa kayu, seng, dan terpal yang masih teronggok di pinggir jalan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa api bermula saat sekelompok pemuda terlibat bentrok dengan senjata tajam.

"Dibakar itu. Siapa yang memulai tidak tahu. Yang jelas pasti dibakar, kan semula hanya tawuran biasa," ujar Agus, Saksi Kejadian.

Saksi tersebut menambahkan bahwa kobaran api sempat membubung tinggi hingga hampir mengenai pepohonan di sekitar lokasi. Akibat kebakaran ini, pemilik bengkel serta pedagang buah dan telur terpaksa tidak beroperasi karena seluruh tempat usaha mereka hancur.

"Apinya besar ke atas, karena sampai hampir menyentuh daun-daun di pohon pinggir situ," lanjut Agus, Saksi Kejadian.

Warga yang terdampak kehilangan mata pencaharian sementara waktu karena seluruh aset dagangan mereka tidak tersisa. Kerugian material dialami oleh setidaknya dua lapak pedagang dan satu unit bengkel di area tersebut.

"Kan habis semua. Pada enggak dagang," kata Agus, Saksi Kejadian.

Keterangan lain dari pemilik bengkel menyebutkan bahwa segerombolan pemuda mendatangi lokasi sekitar pukul 19.00 WIB sambil melepaskan tembakan petasan ke arah warga. Kelompok tersebut terlihat membawa berbagai jenis senjata tajam seperti parang dan katana sebelum melakukan pembakaran.

"Mereka bawa petasan, ditembak-tembakkan (dilempar) ke kita dan dia bakar api nih di sini, di lapak pedagang buah. Kalau tidak salah pakai bom molotov," tutur Ilham, Pemilik Bengkel.

Karena api terus membesar dan dikhawatirkan merembet ke pemukiman padat penduduk, warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan darurat. Upaya pemadaman dilakukan saat situasi tawuran masih berlangsung ramai di lokasi.

"Kami telepon, kami paksa minta datang karena api sudah besar. Takut menyambar ke pemukiman warga," tutur Ilham, Pemilik Bengkel.

Saksi lainnya, Imam, memberikan kesaksian mengenai adanya botol berisi minyak tanah yang sengaja dilemparkan ke deretan tempat usaha. Ia menduga bahwa para pelaku tawuran memang sengaja menyasar lapak pedagang sebagai target pembakaran menggunakan petasan berukuran besar.

"Petasannya besar. Tapi ada yang kecil juga. Dilempar ke arah sini. Kalau dari arah sini, Petamburan 5, anak mudanya juga melawan pakai petasan," tutur Imam, Saksi.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa gesekan terjadi antara warga RW 11 dan RW 05 Kelurahan Petamburan. Tim gabungan dari Polsek Metro Tanah Abang dan Polres Metro Jakarta Pusat diterjunkan ke lokasi guna meredam situasi agar bentrokan tidak meluas.

"Yang semalam terjadi adalah adanya gesekan antara RW 11 dan RW 5 Kelurahan Petamburan," ujar Dhimas Prasetyo, Kapolsek Tanah Abang AKBP.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa pemicu utama keributan adalah adanya tembakan kembang api yang diarahkan ke masing-masing wilayah RW. Provokasi tersebut memicu amarah warga hingga berujung pada kerusakan fasilitas publik.

"Dikarenakan adanya tembakan petasan/kembang api yang mengarah ke masing-masing RW tersebut," lanjut Dhimas Prasetyo, Kapolsek Tanah Abang AKBP.

Petugas Damkar dan Satpol PP turut dikerahkan untuk memastikan api padam sepenuhnya dan menjaga keamanan di sekitar lokasi. Meski video kejadian sempat viral di media sosial dengan narasi yang mencekam, polisi menyatakan situasi berhasil dikendalikan dalam waktu singkat.

"Tidak sampai setengah jam sudah reda," tegas Dhimas Prasetyo, Kapolsek Tanah Abang AKBP.

Berdasarkan laporan kepolisian, objek yang terbakar meliputi dua gerobak pedagang buah tanpa ada bangunan permanen yang terdampak serius. Hingga Sabtu pagi, pihak berwenang memastikan tidak ada laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Yang terbakar hanya dua gerobak buah dan tidak ada bangunan atau warung yang terbakar," katanya Dhimas Prasetyo, Kapolsek Tanah Abang AKBP.

Artikel terkait

Rekomendasi