Dua lapak pedagang buah di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, hangus terbakar akibat tawuran antarkelompok pemuda yang pecah pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Peristiwa yang melibatkan penggunaan senjata tajam dan bahan peledak ini memicu kepanikan warga sekitar.
Insiden bermula saat sekelompok pemuda menyerang dari arah tertentu dengan membawa berbagai senjata tajam seperti parang dan katana. Dilansir dari Megapolitan, saksi di lokasi kejadian menyebutkan bahwa api muncul setelah adanya lemparan benda yang diduga kuat sebagai bom molotov ke arah tempat usaha warga.
Ilham (32), seorang pemilik bengkel yang berada di lokasi kejadian, memberikan kesaksian mengenai serangan tersebut.
"Mereka bawa petasan, ditembak-tembakkan (diarahkan) ke kita dan dia bakar api nih di sini, di lapak pedagang buah. Kalau tidak salah pakai bom molotov," ujar Ilham.
Ia menambahkan bahwa warga segera berupaya menghubungi petugas pemadam kebakaran karena kobaran api mulai meninggi dan dikhawatirkan merambat ke area hunian yang padat.
"Kami telepon, kami paksa minta datang karena api sudah besar. Takut menyambar ke pemukiman warga," kata Ilham.
Saksi lainnya, Imam (35), turut mengonfirmasi adanya botol berisi bahan bakar yang dilemparkan secara sengaja ke arah lapak pedagang buah hingga api membesar setinggi 15 meter.
"Petasannya besar. Tapi ada yang kecil juga. Dilempar ke arah sini. Kalau dari arah sini, Petamburan 5, anak mudanya juga melawan pakai petasan," tutur Imam.
Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi bahwa bentrokan tersebut melibatkan dua kelompok warga yang bertetangga di Kelurahan Petamburan.
"Yang semalam terjadi adalah adanya gesekan antara RW 11 dan RW 5 Kelurahan Petamburan," ujar Dhimas.
Dhimas menjelaskan bahwa pemicu utama keributan ini adalah aksi saling serang menggunakan kembang api oleh kedua belah pihak.
"Dikarenakan adanya tembakan petasan/kembang api yang mengarah ke masing-masing RW tersebut," lanjut dia.
Pihak kepolisian bersama Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran langsung melakukan tindakan pengamanan untuk membubarkan massa dan melokalisir api agar tidak meluas.
"Tidak sampai setengah jam sudah reda," tegas Dhimas.
Meskipun api sempat merambat ke dahan pohon di sekitar lokasi, Dhimas memastikan bahwa kerusakan materiel hanya terbatas pada sarana perdagangan milik warga.
"Yang terbakar hanya dua gerobak buah dan tidak ada bangunan atau warung yang terbakar," katanya.
Hingga Sabtu (18/4/2026) pagi, pihak berwajib menyatakan situasi di lokasi telah kondusif dan belum ada laporan mengenai korban luka dalam insiden yang sempat terekam dan viral di media sosial tersebut.