Wukuf di Arafah menjadi bagian krusial dalam rangkaian ibadah haji yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap jemaah. Inti dari prosesi ini adalah berdiam diri di kawasan Arafah dalam kondisi telah mengenakan pakaian ihram.
Dilansir dari Detikcom, keberadaan jemaah saat wukuf diperbolehkan dalam posisi dan kondisi apa pun selama masih berada di dalam batas wilayah Arafah. Jemaah tetap dianggap sah melakukan wukuf baik dalam keadaan terjaga, tidur, berdiri, maupun sedang berjalan.
Dasar hukum pelaksanaan wukuf merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud RA. Nabi Muhammad SAW memberikan penegasan mengenai urgensi momen ini dalam pelaksanaan rukun Islam kelima.
"Haji (yang memenuhi syarat) adalah (wukuf di) Arafah. Siapa saja yang datang (di Arafah) pada hari Nahar (sepuluh Dzulhijjah) malam sebelum fajar terbit, ia terhitung melakukan wukuf."
Secara harfiah, wukuf memiliki arti berhenti atau berdiam diri. Dalam konteks ibadah haji, kegiatan ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian perjalanan suci di tanah suci.
Kawasan Arafah sendiri merupakan padang terbuka luas yang terletak di sisi timur Kota Makkah. Jika seorang jemaah tidak hadir untuk wukuf pada waktu yang telah ditentukan, maka ibadah hajinya dinyatakan tidak sah.
Waktu pelaksanaan wukuf dimulai sejak tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Zulhijah. Prosesi ini berlangsung hingga menjelang terbitnya fajar pada tanggal 10 Zulhijah.
Panduan Tata Cara Pelaksanaan
Berdasarkan panduan manasik dari Kementerian Haji dan Umrah, wukuf hendaknya dilaksanakan dengan suasana tenang serta penuh ketundukan kepada Allah SWT. Jemaah diberikan keleluasaan untuk melaksanakannya secara personal maupun berkelompok.
Selama berada di Arafah, jemaah dianjurkan untuk mengintensifkan zikir, istighfar, membaca selawat, serta memanjatkan doa. Hal ini dilakukan guna mengikuti jejak sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Penting untuk dicatat bahwa kesucian dari hadas kecil maupun besar bukan menjadi syarat sahnya wukuf. Oleh karena itu, wanita yang sedang dalam masa haid atau nifas tetap diperbolehkan melaksanakan wukuf di area tenda bersama jemaah lainnya.
Bagi jemaah yang sedang sakit dan menjalani perawatan medis, prosesi tetap bisa dilakukan melalui mekanisme safari wukuf. Petugas akan membawa jemaah menggunakan ambulans atau bus khusus menuju Arafah jika kondisi kesehatan memungkinkan.
Kumpulan Doa Wukuf di Padang Arafah
Terdapat beberapa versi doa yang dapat diamalkan oleh umat Muslim saat menjalani wukuf, sebagaimana dirangkum dari berbagai kitab rujukan seperti Fiqh As Sunnah dan Al Adzkar.
Doa versi pertama yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi berbunyi:
┘ä┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ç┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ä┘ç┘Å ┘ê┘ÄÏ¡┘ÆÏ»┘Ä┘ç┘Å ┘ä┘ÄϺ Ï┤┘ÄÏ▒┘É┘è┘â┘Ä ┘ä┘Ä┘ç┘ÅÏî ┘ä┘Ä┘ç┘ŠϺ┘ä┘Æ┘à┘Å┘ä┘Æ┘â┘Å ┘ê┘Ä┘ä┘Ä┘ç┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘ÆÏ»┘Å ┘è┘ÅÏ¡┘Æ┘è┘É┘è ┘ê┘Ä┘è┘Å┘à┘É┘è┘ÆÏ¬┘Å ┘ê┘Ä┘ç┘Å┘ê┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë ┘â┘Å┘ä┘æ┘É Ï┤┘Ä┘è┘ÆÏí┘ì ┘é┘ÄÏ»┘É┘èÏ▒┘î
"Tidak ada Tuhan selain Allah, Dzat yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Di tangan-Nyalah segala kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
Selanjutnya, terdapat doa yang dipanjatkan oleh Ali bin Abi Thalib sesuai riwayat Tirmidzi:
Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ┘ä┘Ä┘â┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘ÆÏ»┘Å ┘â┘ÄϺ┘ä┘æ┘ÄÏ░┘É┘ë ┘å┘Ä┘é┘Å┘ê┘ä┘Å ┘ê┘ÄÏ«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘ïϺ ┘à┘É┘à┘æ┘ÄϺ ┘å┘Ä┘é┘Å┘ê┘ä┘ŠϺ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘Æ ┘ä┘Ä┘â┘Ä ÏÁ┘Ä┘ä┘ÄϺϬ┘É┘è ┘ê┘Ä┘å┘ÅÏ│┘Å┘â┘É┘è ┘ê┘Ä┘à┘ÄÏ¡┘Æ┘è┘ÄϺ┘è┘Ä ┘ê┘Ä┘à┘Ä┘à┘ÄϺϬ┘É┘è ┘ê┘ÄÏÑ┘É┘ä┘è┘â ┘à┘ÄϺϿ┘É┘è ┘ê┘Ä┘ä┘Ä┘â┘Ä Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘É Ï¬┘ÅÏ▒┘ÄϺϽ┘É┘è Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è Ïú┘ÄÏ╣┘Å┘ê┘ÆÏ░┘Å Ï¿┘É┘â┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ Ï╣┘ÄÏ░┘ÄϺϿ┘É Ïº┘ä┘Æ┘é┘ÄÏ¿┘ÆÏ▒┘É ┘ê┘Ä┘ê┘ÄÏ│┘Æ┘ê┘ÄÏ│┘ÄÏ®┘É Ïº┘äÏÁ┘æ┘ÄÏ»┘ÆÏ▒┘É ┘ê┘ÄÏ┤┘ÄϬ┘ÄϺϬ┘É Ïº┘äÏú┘Ä┘à┘ÆÏ▒┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è Ïú┘ÄÏ╣┘Å┘êÏ░┘Å Ï¿┘É┘â┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ Ï┤┘ÄÏ▒┘æ┘É ┘à┘ÄϺ Ϭ┘Äϼ┘É┘èÏí┘Å Ï¿┘É┘ç┘É Ïº┘äÏ▒┘æ┘É┘è┘ÆÏ¡┘Å
"Ya Allah, bagi-Mu segala puji seperti pujian yang kami ucapkan kepada-Mu dan lebih baik daripada pujian yang kami ucapkan untuk-Mu. Ya Allah, untuk-Mu salat, ibadah, hidup, dan matiku. Hanya kepada-Mu tempat kembaliku dan hanya untuk-Mu, wahai Tuhanku, segala warisanku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, bisikan nafsu, dan tercerai-berainya perkara. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan tiupan angin."
Jemaah juga sangat dianjurkan membaca doa sapu jagat untuk memohon kebaikan di dunia maupun di akhirat:
Ϻ┘Ä┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏóϬ┘É┘å┘ÄϺ ┘ü┘É┘è Ϻ┘äÏ»┘æ┘Å┘å┘Æ┘è┘ÄϺ Ï¡┘ÄÏ│┘Ä┘å┘ÄÏ®┘ï ┘ê┘Ä┘ü┘É┘è Ϻ┘ä┘ÆÏóÏ«┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘É Ï¡┘ÄÏ│┘Ä┘å┘ÄÏ®┘ï ┘ê┘Ä┘é┘É┘å┘ÄϺ Ï╣┘ÄÏ░┘ÄϺϿ┘Ä Ïº┘ä┘å┘æ┘ÄϺÏ▒┘É
"Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari azab neraka."
Selain itu, terdapat doa permohonan ampunan atas segala dosa yang telah diperbuat:
Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è Ï©┘Ä┘ä┘Ä┘à┘ÆÏ¬┘Å ┘å┘Ä┘ü┘ÆÏ│┘É┘è Ï©┘Å┘ä┘Æ┘àϺ┘ï ┘â┘ÄϽ┘É┘èÏ▒┘ïϺÏî ┘ê┘ÄÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä┘ç┘Å ┘ä┘ÄϺ ┘è┘ÄÏ║┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘ŠϺ┘äÏ░┘æ┘Å┘å┘Å┘êÏ¿┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ïú┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘ÄÏî ┘ü┘ÄϺÏ║┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘Æ ┘ä┘É┘è ┘à┘ÄÏ║┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘ï ┘à┘É┘å┘Æ Ï╣┘É┘å┘ÆÏ»┘É┘â┘ÄÏî ┘ê┘ÄϺÏ▒┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘Æ┘å┘É┘è ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä┘â┘Ä Ïú┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ║┘Ä┘ü┘Å┘êÏ▒┘ÅϺ┘äÏ▒┘æ┘ÄÏ¡┘É┘è┘à┘Å
"Ya Allah, sesungguhnya aku berbuat aniaya terhadap diriku dengan perbuatan aniaya yang banyak, dan sesungguhnya tidak ada seorang pun yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan belas kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih."
Terakhir, doa untuk memohon ketetapan hati dalam jalan kebenaran (istiqamah) yang berbunyi:
Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏºÏ║┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘Æ ┘ä┘É┘è ┘à┘ÄÏ║┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘ï Ϭ┘ÅÏÁ┘Æ┘ä┘ÉÏ¡┘Æ Ï¿┘É┘ç┘ÄϺ Ï┤┘ÄÏú┘Æ┘å┘É┘è ┘ü┘É┘è Ϻ┘äÏ»┘æ┘ÄϺÏ▒┘Ä┘è┘Æ┘å┘ÉÏî ┘ê┘ÄϺÏ▒┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘Æ┘å┘É┘è Ï▒┘ÄÏ¡┘Æ┘à┘ÄÏ®┘ï Ïú┘ÄÏ│┘ÆÏ╣┘ÄÏ»┘Å Ï¿┘É┘ç┘ÄϺ ┘ü┘É┘è Ϻ┘äÏ»┘æ┘ÄϺÏ▒┘Ä┘è┘å┘ÉÏî ┘ê┘ÄϬ┘ÅÏ¿┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘æ┘Ä Ï¬┘Ä┘ê┘ÆÏ¿┘ÄÏ®┘ï ┘å┘ÄÏÁ┘Å┘êÏ¡┘ïϺ ┘ä┘ÄϺ Ïú┘Ä┘å┘â┘ÅϽ┘Å┘ç┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ¿┘ÄÏ»┘ïϺÏî ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘ä┘ÆÏ▓┘É┘à┘Æ┘å┘É┘è Ϻ┘ä┘ÉϺÏ│┘ÆÏ¬┘É┘é┘ÄϺ┘à┘ÄÏ®┘Ä ┘ä┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ▓┘É┘è┘ÆÏ║┘Å Ï╣┘Ä┘å┘Æ┘ç┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ¿┘ÄÏ»┘ïϺ
"Ya Allah, ampunilah aku dengan ampunan yang dapat memperbaiki diriku di dunia dan akhirat. Belas kasihanilah aku dengan rahmat yang membuat aku bahagia di dunia dan akhirat. Terimalah tobatku dengan tobat yang murni yang tidak aku kotori lagi selama-lamanya. Tetapkanlah diriku pada jalan istiqamah (jalan yang lurus) yang tidak aku selewengkan lagi untuk selama-lamanya."
Sebagai informasi tambahan, puncak ibadah haji 2026 di Arafah diprediksi akan berlangsung pada tanggal 25 hingga 26 Mei 2026. Persiapan yang matang terkait tata cara wukuf sangat diperlukan agar ibadah berjalan lebih khusyuk.