KAI Commuter Targetkan 10 Rangkaian KRL Baru Beroperasi Tahun 2026

KAI Commuter Targetkan 10 Rangkaian KRL Baru Beroperasi Tahun 2026
Foto: Ilustrasi KAI Commuter Targetkan 10 Rangkaian KRL Baru Beroperasi Tahun 2026.

VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI), Karina Amanda, mengonfirmasi sebanyak 10 rangkaian kereta rel listrik (KRL) produksi PT Industri Kereta Api (INKA) dijadwalkan beroperasi penuh pada tahun 2026. Kepastian jadwal ini disampaikan dalam keterangan pers di Commuter Hall, Juanda, Jakarta Pusat, pada Senin (20/4/2026).

Pengoperasian 10 unit tambahan tersebut merupakan bagian dari penyelesaian total pesanan 16 rangkaian KRL baru. Proyek pengadaan ini merupakan hasil kerja sama yang sebelumnya telah disepakati oleh pemerintah guna memperkuat armada transportasi publik di wilayah perkotaan.

Karina Amanda menjelaskan bahwa fokus perusahaan saat ini tertuju pada penyelesaian sisa produksi unit yang sedang dikerjakan oleh pihak INKA. Sebagian dari total pesanan tersebut saat ini telah melayani penumpang di berbagai rute operasional.

"Jadi saat ini memang kami sedang fokus untuk penyelesaian dari 16 trainset yang saat ini lagi diproduksi oleh teman-teman INKA," ujar Karina, dilansir dari Megapolitan.

Penambahan armada ini dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026 untuk memastikan integrasi yang lancar ke dalam sistem perjalanan yang sudah ada. Hingga pertengahan April 2026, tercatat sudah ada enam rangkaian yang resmi beroperasi di lapangan.

"Posisi sekarang sudah beroperasi 6 trainset ya. Nah, 10 trainset ini ditargetkan beroperasi seluruhnya di tahun 2026 ini," jelas Karina.

Rincian progres menunjukkan bahwa satu rangkaian KRL telah sampai di Depo KRL Depok untuk menjalani sertifikasi. Sementara itu, rangkaian kedelapan masih dalam perjalanan pengiriman dari fasilitas produksi PT INKA yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Pihak KCI mengindikasikan bahwa kerja sama pengadaan ini akan terus berlanjut di masa mendatang. Masih terdapat sejumlah unit tambahan yang masuk dalam rencana pesanan berikutnya kepada produsen kereta api nasional tersebut.

"Kami masih ada 8 trainset yang akan kembali di order lagi ke INKA," tutur Karina.

Sebagai latar belakang, kontrak pengadaan 16 rangkaian KRL ini telah ditandatangani oleh PT KCI dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sejak tahun 2022. Proyek strategis ini menelan total anggaran mencapai Rp 4 triliun dengan target penyelesaian pada rentang waktu 2025 hingga 2026.

Terkait pembagian wilayah operasional armada baru ini, manajemen KCI masih melakukan kajian mendalam. Penempatan unit akan disesuaikan dengan kondisi teknis dan kesiapan prasarana pendukung di lapangan.

"Kita lihat secara prioritas kesiapan infrastruktur prasarananya," kata Karina.

Artikel terkait

Rekomendasi