Insiden maut yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan kereta api jarak jauh terjadi di perlintasan sebidang JPL 85, kawasan Bulak Kapal, dekat Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa ini memicu sorotan publik terhadap keamanan perlintasan serta jadwal perjalanan kereta api pada malam hari.
Dilansir dari Suara, sebuah rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang dilaporkan menabrak mobil di lokasi tersebut. Kecelakaan awal ini menyebabkan rangkaian kereta tidak dapat melanjutkan perjalanan secara normal dan harus dievakuasi sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) 5181.
Kondisi semakin memburuk saat KA Argo Bromo Anggrek (KA4) dengan relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya. Kereta eksekutif tersebut kemudian menghantam KRL PLB 5568 yang tengah berhenti di jalur yang sama.
Benturan hebat antara kedua rangkaian kereta tersebut mengakibatkan kerusakan parah, terutama pada bagian gerbong perempuan. Berdasarkan laporan terkini, musibah ini menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Tragedi yang terjadi pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB ini membuat masyarakat kembali mempertanyakan jam operasional transportasi publik tersebut. Pemahaman mengenai jadwal sangat penting bagi mobilitas warga di kawasan padat penduduk seperti Jabodetabek.
KRL di Indonesia memiliki sejarah panjang yang kini dikelola oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), anak usaha PT KAI. Layanan yang semula hanya fokus di Jakarta dan sekitarnya kini telah merambah hingga rute Yogyakarta-Solo sejak tahun 2021.
Jaringan Commuter Line saat ini menjadi salah satu sistem transportasi tersibuk. Beberapa rute utama meliputi RangkasbitungÔÇôTanah Abang via Serpong, NamboÔÇôDuri, BekasiÔÇôManggarai, serta Jakarta KotaÔÇôTanjung Priok.
Jadwal dan Tarif Perjalanan
Jam operasional harian KRL Jabodetabek biasanya berlangsung mulai pukul 04.00 hingga 24.00 WIB. Secara total, terdapat 1.053 perjalanan setiap harinya untuk melayani ribuan penumpang di berbagai wilayah.
Kepadatan pengguna jasa kereta api ini umumnya mencapai puncaknya pada jam sibuk pagi, yakni pukul 05.30-07.30 WIB. Sementara pada sore hari, lonjakan penumpang terjadi antara pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.
Sistem tarif yang berlaku bagi penumpang KRL di wilayah Jabodetabek adalah Rp3.000 untuk jarak 25 kilometer pertama. Pengguna akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp1.000 untuk setiap kelipatan 10 kilometer berikutnya.