Sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dan KRL mengalami keterlambatan parah akibat insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tersebut menyebabkan penumpukan penumpang dan jadwal keberangkatan terganggu hingga berjam-jam.
Dilansir dari Megapolitan, KA Purwojaya rute Gambir-Cilacap menjadi salah satu rangkaian yang terdampak signifikan. Kereta yang berangkat pukul 20.55 WIB tersebut terpaksa berhenti total di Stasiun Jatinegara hanya 20 menit setelah memulai perjalanan dari Jakarta.
Fitri, salah satu penumpang KA Purwojaya, memberikan kesaksian mengenai situasi di lokasi kejadian. Ia menyebutkan bahwa keretanya telah tertahan selama hampir dua jam sejak tiba di Jatinegara sekitar pukul 21.15 WIB.
"Saya di Stasiun Jatinegara nih naik kereta Purwojaya Gambir-Cilacap. Dari Gambir 20.55 WIB, sekitar jam 21.15 WIB tadi mulai berhenti di Jatinegara. Sampai sekarang sudah sejam-an belum jalan," ujar Fitri.
Kondisi di Stasiun Jatinegara dilaporkan sangat padat karena terdapat tiga rangkaian KRL lain yang juga tidak bisa melanjutkan perjalanan. Penumpang yang tertahan memenuhi area peron stasiun akibat ketidakpastian jadwal.
"Mungkin sebagian turun dan berhenti di Jatinegara, ada juga yang masih bertahan di dalem KRL," ucap Fitri.
Pihak petugas stasiun telah memberikan imbauan kepada para pengguna jasa transportasi publik tersebut. Penumpang KRL disarankan mencari alternatif kendaraan lain jika memiliki keperluan mendesak.
"Petugas di lokasi sudah menginformasikan sih, untuk penumpang KRL bisa pilih moda transportasi lain kalau buru-buru, karena belum tahu berangkat kapan," sambung Fitri.
Keresahan serupa dirasakan oleh Annisa, penumpang lain di KA Purwojaya yang sempat mencari informasi mandiri melalui internet terkait penyebab berhentinya kereta secara mendadak. Ia mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai waktu keberangkatan kembali.
"Jadi kita diinfokan bahwa kereta belum bisa diberangkatkan, sampai sekarang pun kita masih nunggu kereta jalan. Belum ada kejelasan kapan kereta bisa diberangkatkan," keluh Annisa.
Berdasarkan informasi dari petugas KAI di lapangan, operasional kereta belum bisa dilanjutkan karena jalur masih tertutup proses evakuasi rangkaian yang terlibat tabrakan. Keseluruhan jadwal baru akan dinormalisasi setelah area sterilisasi selesai dilakukan.
"Sebaiknya dikasih solusi karena proses evakuasi kan katanya lama, sedangkan kita punya agenda. Saya berharap proses evakuasi bisa cepat dilakukan, jadi kereta yang ada di belakang bisa diberangkatkan," imbuh Annisa.