Kemunculan kasus suspek Hantavirus di wilayah Jakarta dan Yogyakarta menjadi perhatian serius pihak legislatif dan otoritas kesehatan. Penyakit yang berkaitan dengan infeksi virus ini kembali mencuat setelah adanya laporan warga yang diduga terpapar.
Dilansir dari Medcom, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, mendorong masyarakat untuk memperketat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah ini dinilai mendesak guna mengantisipasi potensi penularan yang lebih luas di tengah warga.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dikabarkan telah bergerak cepat untuk memastikan situasi tetap terkendali. Justin menekankan bahwa gerakan hidup sehat harus terus digencarkan sebagai bentuk perlindungan dini.
"Gerakan hidup sehat di tengah masyarakat perlu terus digencarkan sebagai upaya pencegahan," ujar Justin, Selasa (12/5).
Hingga saat ini, tercatat ada dua kasus suspek yang dilaporkan oleh Kemenkes. Satu pasien terdeteksi berada di Jakarta, sementara satu pasien lainnya berada di wilayah Yogyakarta.
Justin meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah penyebaran virus di ibu kota. Pengawasan ketat pada lingkungan tempat tinggal serta lokasi perawatan pasien suspek menjadi prioritas utama saat ini.
"Kemenkes belum lama ini melaporkan ada dua warga negara kita yang menjadi suspek Hantavirus, satu di Jakarta dan satu lagi di Yogyakarta. Karena itu, Pemprov DKI harus meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kasus ini lolos dan akhirnya menyebar lebih luas di Jakarta," jelasnya.
Riwayat Penyebaran dan Risiko Kematian
Penyebaran Hantavirus sebelumnya sempat dikaitkan dengan peristiwa di atas kapal pesiar MV Hondius. Justin menilai fenomena ini bukan merupakan persoalan ringan karena virus tersebut memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi.
"Ini bukan penyakit main-main. Sejak pertama kali terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius, virusnya sudah menyebar. Kini, Singapura juga telah mengisolasi dua warganya yang diduga terpapar virus tersebut," kata Justin.
Berdasarkan data yang ada, terdapat delapan kasus yang terhubung dengan penyebaran di kapal pesiar tersebut, di mana tiga pasien di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Fakta ini memperkuat urgensi penanganan yang serius dari pihak pemerintah daerah.
"Virus ini juga mematikan. Memang hingga saat ini penyebarannya masih terbatas dan kita berharap tetap terkendali. Tetapi, sudah ada tiga orang yang meninggal dunia akibat terjangkit virus tersebut. Jadi, kita harus serius menghadapinya," jelasnya.
Khusus untuk kasus di Jakarta, Justin mendesak adanya penelusuran riwayat interaksi pasien secara mendalam. Langkah preventif ini mencakup pemantauan pergerakan pasien guna mengidentifikasi siapa saja yang pernah melakukan kontak fisik.
"Perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan. Karena salah satu pasien terduga Hantavirus berada di DKI Jakarta, maka pergerakan dan riwayat interaksinya perlu ditelusuri. Harus diketahui pasien tersebut sebelumnya pergi ke mana saja dan berinteraksi dengan siapa saja," tandasnya.