Wali Kota Depok Supian Suri Bantah Isu Viral Pocong dan Babi Ngepet

Wali Kota Depok Supian Suri Bantah Isu Viral Pocong dan Babi Ngepet
Foto: Ilustrasi Wali Kota Depok Supian Suri Bantah Isu Viral Pocong dan Babi Ngepet.

Wali Kota Depok Supian Suri memberikan bantahan resmi terkait berbagai isu viral yang tidak benar di wilayahnya, seperti fenomena pocong keliling dan babi ngepet pada Senin (27/4/2026). Penegasan tersebut disampaikan dalam pidato peringatan HUT ke-27 Kota Depok yang disiarkan melalui kanal Youtube resmi Diskominfo Depok.

Penyebaran hoaks ini dinilai Supian telah mengakibatkan Kota Depok sering menjadi sasaran perundungan di ruang publik, terutama media sosial, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai menyaring informasi dan menghentikan narasi yang merugikan nama baik kota.

ÔÇ£Kami minta tolong kepada seluruh netizen, seluruh masyarakat Kota Depok, kami, saya sebagai Wali Kota bersama Pak Chandra, tentunya sangat membuka diri terhadap kritik, masukan, termasuk saran yang diberikan teman-teman netizen atau masyarakat pada umumnya. Tetapi tolong bantu kami untuk juga mengeliminir hoaks yang ada di Kota Depok,ÔÇØ ujar Supian Suri.

Supian menjelaskan bahwa isu terbaru mengenai munculnya pocong di Depok merupakan hal yang tidak masuk akal mengingat kondisi wilayah yang sudah padat penduduk. Ia menekankan bahwa pembangunan di setiap sudut kota telah menghilangkan ruang bagi hal-hal mistis tersebut.

ÔÇ£Kemarin muncul hoaks baru ÔÇÿbergentayangan pocong di Kota DepokÔÇÖ. Saya minta tolong, kayanya pocong udah gak berani lagi gentayangan di Kota Depok karena semua sudut Kota Depok sudah jadi rumah,ÔÇØ ucap Supian Suri.

Wali Kota turut mengklarifikasi berbagai narasi lama yang kerap dijadikan bahan candaan publik namun tidak terbukti secara faktual. Isu-isu seperti keranda terbang dan babi ngepet disebutnya hanya merusak citra positif kota yang sedang dibangun.

ÔÇ£Jadi saya minta tolong, jangan Depok terus dibully dengan hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Gak ada keranda terbang di Kota Depok, gak ada babi ngepet di Kota Depok, gak ada juga pocong yang berkeliling di Kota Depok,ÔÇØ kata Supian Suri.

Sebagai penutup dari topik tersebut, ia meminta warga untuk memperkuat rasa memiliki terhadap wilayah mereka agar kebanggaan terhadap Kota Depok dapat terus tumbuh secara kolektif di masa depan.

ÔÇ£Untuk itu, bantu saya untuk kita jaga kota ini menjadi kota kebanggaan buat kita semuanya. Kita tumbuhkan rasa memiliki kecintaan buat Kota Depok,ÔÇØ ujar Supian Suri.

Selain masalah hoaks, Supian Suri menyatakan bahwa pemerintah kota tidak menutup mata terhadap kritik objektif, termasuk istilah "Sawangan Kubro" yang merujuk pada titik kemacetan parah di kawasan Jalan Raya Sawangan hingga Parung Bingung.

ÔÇ£Termasuk Sawangan Kubro saya enggak keberatan disampaikan itu karena ini menjadi PR kita,ÔÇØ kata Supian Suri.

Langkah konkret dalam menangani kemacetan tersebut meliputi rencana pembangunan fisik Jalan Enggram dan Jalan Pemuda yang ditargetkan selesai akhir tahun ini. Pemerintah Kota Depok juga memaparkan keberhasilan program sosial di bidang pendidikan dan kesehatan.

ÔÇ£Tahun kemarin kita sudah mengalokasikan anggaran untuk 47 sekolah, kurang lebih ada 3.000 anak yang bersekolah di sekolah swasta tanpa harus memikirkan biaya,ÔÇØ ujar Supian Suri.

Di sektor ekonomi, Supian mengapresiasi kontribusi sektor swasta yang telah berinvestasi sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal melalui berbagai proyek infrastruktur dan properti yang tengah berjalan.

"Para pengusaha terima kasih atas semua dukungan yang diberikan telah menginvestasikan uangnya dan asetnya di Kota Depok, sehingga banyak warga Depok yang berkesempatan mencari nafkah sebagai pegawai," ungkap Supian Suri.

Pemerintah Kota Depok berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif guna mendukung pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah kota tersebut.

ÔÇ£Kami terus berjuang dan bersama-sama mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk berinvestasi di Kota Depok,ÔÇØ tutup Supian Suri.

Artikel terkait

Rekomendasi