Sulam Alis Picu Penyakit Peradangan Langka pada Seorang Wanita

Sulam Alis Picu Penyakit Peradangan Langka pada Seorang Wanita
Foto: Ilustrasi Sulam Alis Picu Penyakit Peradangan Langka pada Seorang Wanita.

Seorang wanita berusia 46 tahun dilaporkan menderita penyakit peradangan langka bernama sarcoidosis setelah melakukan prosedur tato alis pada April 2026. Penyakit ini memicu munculnya bercak keunguan yang awalnya hanya di alis, namun kemudian menyebar ke area punggung dan siku.

Masalah kesehatan serius ini baru terdeteksi sekitar 15 bulan setelah tindakan kosmetik tersebut dilakukan. Berdasarkan laporan medis yang dilansir dari Wolipop melalui New York Post, pemeriksaan dokter menunjukkan adanya granuloma atau kumpulan sel darah putih yang menandakan peradangan kronis di bawah jaringan kulit.

Kondisi sarcoidosis tersebut diduga kuat terjadi karena reaksi sistem imun terhadap partikel tinta tato yang dianggap sebagai benda asing oleh tubuh. Partikel tinta yang tidak dapat dihancurkan tetap berada di kulit dan memicu respon imun berkelanjutan bagi individu tertentu.

Para ahli meyakini bahwa kandungan logam berat di dalam tinta tato menjadi pemicu utama gangguan ini. Logam seperti nikel, timbal, kobalt, dan kromium yang sering ditemukan dalam tinta dapat menyebabkan alergi atau reaksi imun yang berlebihan pada pasien.

Penyakit sarcoidosis biasanya menyerang organ paru-paru dan kelenjar getah bening, namun sekitar 25 persen kasus juga menyerang kulit. Jika tidak segera ditangani, peradangan ini berisiko memengaruhi sistem saraf, persendian, hingga organ jantung.

Kasus serupa tercatat pernah terjadi di Swiss pada tahun 2011, yang melibatkan 12 orang pasien sarcoidosis setelah menggunakan jasa seniman tato yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa risiko komplikasi tato tidak hanya terbatas pada area permukaan kulit saja.

Pasien dalam laporan terbaru ini awalnya tidak merespons pengobatan salep oles biasa yang diberikan tim medis. Kondisi kulitnya baru mulai membaik dalam satu minggu setelah dokter memberikan terapi kortikosteroid jenis prednisolone secara intensif.

Gejala peradangan dilaporkan berangsur hilang setelah dosis obat dikurangi secara bertahap oleh tim dokter. Para ahli medis menyarankan agar masyarakat segera melakukan konsultasi jika menemukan gejala tidak biasa pada area tubuh setelah menjalani prosedur tato permanen.

Artikel terkait

Rekomendasi