Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi, OMRON Luncurkan Tensimeter Baru

Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi, OMRON Luncurkan Tensimeter Baru
Foto: Ilustrasi Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi, OMRON Luncurkan Tensimeter Baru.

Stroke masih menduduki posisi sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data WHO yang dikutip dari Investor Daily, angka kematian akibat stroke di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 140,8 per 100.000 orang.

Kondisi ini diikuti oleh penyakit jantung iskemik dengan prevalensi sebesar 90,4 per 100.000 orang. Hipertensi menjadi faktor risiko utama untuk kedua penyakit tersebut, namun sering kali tidak menunjukkan gejala sehingga dikenal sebagai silent killer.

Di Indonesia, sekitar 1 dari 3 orang dewasa hidup dengan hipertensi. Banyak penderita tidak menyadarinya sampai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, atau gagal ginjal terjadi.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan tren mengkhawatirkan pada penderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Proporsi pasien usia 25ÔÇô34 tahun yang harus menjalani hemodialisis atau cuci darah mencapai 31,4% dari total penderita PGK.

Hipertensi menjadi salah satu penyebab utama dari gangguan ginjal tersebut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya deteksi dini tekanan darah dan pemantauan kesehatan secara rutin sejak usia muda.

Kementerian Kesehatan RI saat ini menggaungkan kampanye CERDIK. Kampanye ini meliputi Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

Selain menjaga pola hidup sehat, pencegahan stroke dapat dilakukan dengan pengecekan tekanan darah secara rutin di rumah. Pengukuran mandiri dengan alat yang tervalidasi klinis menjadi langkah sederhana agar masyarakat dapat memantau kondisi kesehatan secara konsisten.

Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH), Dr. Eka Harmeiwaty, menyatakan bahwa hipertensi sering tidak bergejala namun dampaknya bisa sangat serius. Komplikasi yang dapat muncul meliputi stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, hingga kepikunan.

"Pengukuran tekanan darah yang benar dan akurat sangat penting dalam membuat diagnosa hipertensi dan pengukuran secara mandiri di rumah sangat dianjurkan untuk memonitor hasil pengobatan. Disarankan untuk menggunakan alat pengukur tekanan darah yang sudah tervalidasi klinis dan dapat dikalibrasi ulang," kata Eka di Jakarta, baru-baru ini.

Salah satu komplikasi yang sering ditemukan dengan hipertensi adalah gangguan irama jantung Fibrilasi Atrium (AF). Pasien hipertensi dengan AF berisiko tinggi untuk terkena stroke dan gagal jantung.

"Dengan demikian deteksi AF pada pasien hipertensi penting untuk dilakukan," katanya.

Dalam momentum Hari Hipertensi Sedunia, OMRON Healthcare resmi meluncurkan Tensimeter Seri EZ & IQ di Indonesia. Perangkat ini menghadirkan kemudahan pengukuran tekanan darah hanya dalam satu sentuhan.

"Di OMRON, kami mempunyai visi Going For Zero, salah satunya adalah meminimalkan penyakit kardiovaskular di Indonesia. Melalui Tensimeter Seri EZ & IQ, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk memantau tekanan darah secara akurat, cepat, dan nyaman dari rumah," kata Tomoaki Watanabe, Director OMRON Healthcare Indonesia.

Seri baru ini diklaim lebih ramah lingkungan dan hemat energi karena 1,5 kali lebih efisien dibanding seri sebelumnya. OMRON memasarkan tensimeter ini dengan harga mulai dari Rp400.000 agar akses terhadap alat kesehatan berkualitas lebih mudah dijangkau masyarakat.

Seluruh seri tensimeter ini hadir dengan garansi minimal 3 tahun. Pelanggan bisa mendapatkan tambahan 2 tahun ekstra garansi untuk seri non-Bluetooth, atau tambahan 3 tahun untuk model dengan Bluetooth melalui registrasi online di website resmi OMRON.

Seri EZ dirancang khusus bagi generasi muda dan profesional muda untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Sementara itu, Seri IQ dilengkapi layar lebih besar serta manset berukuran 22ÔÇô42 cm untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna dengan lengan lebih besar termasuk pengguna obesitas.

Dalam peluncuran tersebut, Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik membagikan pengalaman pribadi mereka. Kisah ini menjadi pengingat bahwa penyakit serius seperti stroke dan serangan jantung bisa datang bahkan saat seseorang merasa sehat.

Iwet Ramadhan menceritakan dirinya sempat mengalami stroke akibat faktor stres, meski selama ini menjalani gaya hidup sehat. Sementara Dave Hendrik juga membagikan pengalaman menghadapi serangan jantung yang datang tanpa diduga.

ÔÇ£Kalau saya yang merasa sehat saja bisa terkena stroke, berarti siapa pun harus lebih waspada. Jangan tunggu gejala datang, cek kesehatan secara rutin itu penting,ÔÇØ ujar Iwet Ramadhan.

ÔÇ£Kita sering merasa baik-baik saja, sampai akhirnya terlambat sadar. Dari pengalaman saya, memantau kesehatan secara rutin bisa jadi langkah sederhana yang sangat berarti,ÔÇØ tambah Dave Hendrik.

Pada tahun 2026, OMRON Healthcare Indonesia juga memperluas jaringan OMRON Experience Center (OEC) menjadi 12 cabang di seluruh Indonesia. Fasilitas ini kini hadir di Jakarta, Surabaya, Bandung, Palembang, Medan, Makassar, Semarang, Yogyakarta, Bali, Balikpapan, Manado, dan Padang.

Kehadiran OEC menyediakan akses layanan purna jual yang lebih dekat. Layanan yang diberikan meliputi konsultasi produk, edukasi penggunaan alat, pengecekan perangkat, servis, hingga kalibrasi.

Artikel terkait

Rekomendasi