Kondisi Stasiun Mampang di Jakarta Pusat terpantau dipenuhi tumpukan sampah dan dalam keadaan terbengkalai pada Senin (20/4/2026). Fasilitas transportasi yang berada di antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Sudirman tersebut kini berubah menjadi lokasi pembuangan berbagai jenis limbah di tengah jalur kereta yang masih aktif.
Tumpukan sampah tersebut terlihat mulai dari akses tangga keluar dan masuk stasiun hingga ke area bangunan utama. Sebagian besar sampah di bagian luar terdiri dari dahan pohon dan dedaunan kering yang dikemas dalam karung putih berlabel dinas terkait.
Dilansir dari Detik Finance, karung-karung tersebut bertuliskan "Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Kota Administrasi Jakarta Pusat". Keberadaan karung serupa juga ditemukan di sepanjang Jalan Latuharhary, Menteng, yang mengindikasikan adanya aktivitas pembersihan wilayah di sekitar lokasi tersebut.
Penumpukan di bagian dalam stasiun menunjukkan pemandangan yang lebih kontras karena sampah rumah tangga dibiarkan berserakan di area bekas loket tiket. Berbagai macam limbah seperti kantong plastik, pakaian bekas, hingga sepatu tampak memenuhi lantai bangunan yang sudah kusam.
"Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Kota Administrasi Jakarta Pusat" tulis keterangan pada karung-karung sampah yang ditemukan di lokasi sebagaimana dilaporkan Detik Finance.
Meskipun sampah di area luar diduga merupakan penempatan sementara oleh petugas dinas, belum ada kepastian mengenai durasi pembiaran sampah di dalam gedung. Bangunan stasiun itu sendiri kini penuh dengan coretan grafiti dan dinding yang mengalami kerusakan parah.
Stasiun Mampang diketahui berhenti beroperasi untuk pelayanan naik dan turun penumpang sejak tahun 2007 silam. Walaupun bangunan fisiknya kini menyerupai kerangka halte yang rapuh, rel di hadapannya tetap menjadi jalur vital bagi operasional KRL Commuter Line dan kereta bandara setiap harinya.