Situasi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, mulai berangsur kondusif pada Rabu (29/4/2026) pagi setelah terjadinya kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi dengan KRL PLB 5568A jurusan JakartaÔÇôCikarang.
Dilansir dari Megapolitan, sisa-sisa insiden tragis yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut masih terlihat melalui keberadaan bangkai gerbong KRL khusus perempuan yang ringsek di sisi kiri jalur rel. Area tersebut kini dipasangi garis polisi dan ditutup menggunakan terpal biru sembari dijaga ketat oleh petugas keamanan.
Pemulihan operasional KRL Commuter Line hingga saat ini belum berjalan sepenuhnya normal karena perjalanan masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi. Meskipun demikian, jalur rel di lokasi kejadian sudah mulai difungsikan kembali secara terbatas untuk melayani perlintasan kereta api jarak jauh secara bergantian.
Insiden maut ini mengakibatkan 15 penumpang KRL meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka, sementara 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa gangguan sistem perkeretaapian diduga menjadi pemicu awal peristiwa tersebut.
"Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Pihak manajemen PT KAI saat ini masih melakukan proses pembersihan dan evakuasi material sisa kerusakan secara bertahap di lapangan. Bobby menegaskan bahwa kepastian mengenai penyebab utama tabrakan masih menunggu pemeriksaan mendalam dari otoritas terkait.
"Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)." ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Seluruh korban luka telah dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella, RS Primaya, hingga RS Mitra Keluarga. Petugas di lokasi terus bersiaga untuk mengamankan area stasiun selama proses penanganan pascakecelakaan berlangsung.