Perusahaan solusi ketenagakerjaan Staffinc mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses rekrutmen untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tenaga kerja lintas industri pada Rabu (22/4/2026). Langkah strategis ini merespons pergeseran tren industri yang kini lebih mengutamakan kemampuan adaptasi pekerja.
Data internal perusahaan mencatat penguatan kapabilitas pada sektor Fast-Moving Consumer Good (FMCG) sepanjang 2025 hingga awal 2026. Laporan World Economic Forum dalam "The Future of Jobs Report 2023" juga memperkuat urgensi ini dengan menyatakan 44 persen keterampilan pekerja perlu diperbarui, sebagaimana dilansir dari Money.
Chief Commercial Officer Staffinc Margana Mohamad menjelaskan bahwa perusahaan saat ini tidak bisa lagi hanya memandang pekerja sebagai elemen operasional semata. Fokus utama kini beralih pada kontribusi nyata tenaga kerja terhadap hasil bisnis secara langsung.
"Banyak perusahaan masih melihat tenaga kerja sebagai kebutuhan operasional," ujar Margana Mohamad, Chief Commercial Officer Staffinc.
Peningkatan kompleksitas operasional, seperti distribusi multi-channel dan tuntutan konsistensi layanan, memicu kebutuhan akan visibilitas performa pekerja di lapangan. Hal ini menjadi dasar bagi Staffinc untuk memperketat standar kualitas eksekusi di setiap penempatan kerja.
"Padahal, di lapangan mereka adalah faktor penentu eksekusi yang berdampak langsung pada hasil bisnis," ujar Margana Mohamad.
Dalam menghadapi tantangan tahun 2026, Staffinc memprioritaskan pengukuran kinerja yang terintegrasi dengan efisiensi operasional klien. Perusahaan tidak hanya berfokus pada kuantitas penempatan, tetapi juga pada konsistensi performa jangka panjang para pekerja tersebut.
"Ke depan, tantangannya bukan hanya soal ketersediaan tenaga kerja," ujar Margana Mohamad.
Sebagai solusi teknis, Staffinc meluncurkan sistem AI Interviewer yang mampu menyaring ribuan kandidat dalam satu hari. Inovasi ini memecahkan batasan metode konvensional yang biasanya hanya mampu melakukan wawancara terhadap 5 hingga 10 orang per hari.
"Tetapi bagaimana memastikan kualitas dan konsistensi kinerja mereka," ujar Margana Mohamad.
Staffinc yang telah beroperasi sejak 2018 kini memiliki lebih dari 2 juta mitra di 350 kota di Indonesia. Perusahaan tercatat telah memberikan dukungan pengelolaan tenaga kerja kepada lebih dari 310 klien perusahaan di berbagai sektor industri.
Sebagai bagian dari ekspansi layanan, Staffinc berencana mengoperasikan Staffinc Industry Center pada kuartal kedua 2026. Fasilitas tersebut akan digunakan sebagai ruang kolaborasi bagi mitra industri untuk mendiskusikan berbagai tantangan operasional dan berbagi wawasan pasar.