Emiten perkebunan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) menerapkan strategi optimalisasi operasional melalui peningkatan produktivitas kebun dan oil extraction rate (OER) guna mendongkrak efisiensi pada Senin (4/5/2026). Langkah strategis ini bertujuan memperkuat margin di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Direktur Utama SSMS Jap Hartono menjelaskan bahwa perseroan juga melanjutkan agenda ekspansi anorganik dengan meneruskan proses akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) dari tahun sebelumnya. Upaya ini dirancang untuk memperluas basis produksi sekaligus memperbesar skala usaha perseroan secara berkelanjutan.
Selain perluasan lahan, manajemen fokus pada penguatan integrasi bisnis melalui entitas anak, PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT), untuk mengamankan rantai pasok hilir.
ÔÇ£Di sisi lain, penguatan integrasi bisnis melalui entitas anak PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT) menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus mendorong hilirisasi produk bernilai tambah,ÔÇØ kata Jap Hartono dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).
Proyeksi positif pertumbuhan perusahaan pada 2026 didukung oleh stabilnya permintaan domestik akibat kebijakan energi nabati dan meningkatnya konsumsi minyak sawit global. Berdasarkan data yang dilansir dari Market, SSMS mencatatkan pertumbuhan laba periode berjalan sebesar 1,54 persen secara tahunan menjadi Rp357,81 miliar pada kuartal I/2026.
Meskipun pendapatan turun tipis menjadi Rp3,51 triliun, perseroan berhasil menekan beban pokok penjualan sebesar 3,73 persen ke angka Rp2,25 triliun. Hal ini memicu kenaikan laba bruto perusahaan menjadi Rp1,27 triliun dengan kontribusi utama dari segmen minyak dan lemak nabati senilai Rp3,38 triliun.
Dari sisi posisi keuangan, aset SSMS mengalami peningkatan menjadi Rp13,79 triliun dengan posisi kas sebesar Rp909,51 miliar. Liabilitas tercatat turun 1,56 persen menjadi Rp10,48 triliun, sementara ekuitas tumbuh 12,63 persen menjadi Rp3,31 triliun yang didorong oleh akumulasi laba ditahan.
Guna menjaga ketahanan bisnis, manajemen melakukan penyesuaian organisasi dengan menempatkan jajaran manajemen senior langsung di pusat operasional lapangan. Penempatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan efektivitas pengawasan di area perkebunan.
ÔÇ£Dengan kombinasi strategi inovatif, disiplin biaya, serta ekspansi yang terukur, SSMS berada pada jalur yang solid untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat posisi sebagai pemain utama di industri kelapa sawit, baik di pasar domestik maupun global,ÔÇØ ujar Jap Hartono.