Pengelola NPEA Pastikan Sosialisasi Proyek ke Nelayan Berjalan Sejak 2025

Pengelola NPEA Pastikan Sosialisasi Proyek ke Nelayan Berjalan Sejak 2025
Foto: Ilustrasi Pengelola NPEA Pastikan Sosialisasi Proyek ke Nelayan Berjalan Sejak 2025.

Pihak pengelola proyek New Priok Eastern Access (NPEA) memberikan klarifikasi terkait aktivitas pembangunan di Muara Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara, yang diklaim telah melalui proses sosialisasi kepada para nelayan setempat sejak Agustus 2025 lalu. Penjelasan ini merespons aksi protes nelayan pada Kamis, 16 April 2026.

Langkah komunikasi tersebut dilakukan untuk memenuhi prosedur legalitas proyek sekaligus meminimalisir dampak sosial bagi warga pesisir. Dilansir dari Megapolitan, pelaksanaan sosialisasi ini melibatkan berbagai tingkatan masyarakat mulai dari organisasi nelayan hingga aparat pemerintahan di tingkat terendah.

Project Manager NPEA Seksi 2 dari PT Pembangunan Perumahan (PT PP), Ikhsan Budi Prasetyo, menekankan bahwa penyampaian informasi kepada warga merupakan kewajiban yang diatur dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

"Sosialisasi merupakan suatu kewajiban yang memang diamanahkan oleh tidak hanya Pelindo termasuk juga di dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Nah, sosialisasi itu kita sudah laksanakan dari sejak bulan Agustus tahun lalu, (tahun 2025)" ujar Ikhsan Budi Prasetyo.

Ikhsan memerinci bahwa pendekatan dilakukan secara langsung ke kantong-kantong komunitas nelayan di wilayah Jakarta Utara. Sasaran utama mencakup wilayah administrasi yang bersinggungan langsung dengan area konstruksi fisik di pesisir.

ÔÇ£Itu kami mulai memasuki koperasi-koperasi nelayan, koperasi-koperasi nelayan di Kalibaru, Cilincing, dan juga Marunda, termasuk juga RT RW yang berada di situ,ÔÇØ jelas Ikhsan Budi Prasetyo.

Dalam rangkaian proses tersebut, pihak pengembang mengeklaim telah menampung berbagai aspirasi teknis. Keinginan nelayan fokus pada ketersediaan jalur pelayaran yang aman meski pembangunan infrastruktur sedang berlangsung secara masif di area perairan.

"Memang masukan-masukan dari nelayan pada saat itu adalah agar proyek ini dilaksanakan mengedepankan tentunya keamanan mereka untuk berlayar dan menyediakan akses yang tidak tertutup bagi mereka untuk bisa keluar masuk di bawah konstruksi-konstruksi kita yang sedang berjalan sekarang,ÔÇØ ucap Ikhsan Budi Prasetyo.

Sementara itu, pihak Pelindo selaku pemrakarsa proyek NPEA menyatakan sikap kooperatif terhadap masukan masyarakat. Perusahaan memastikan akan mendengarkan setiap keluhan yang muncul dari proses pembangunan di wilayah Cilincing tersebut.

ÔÇ£Pelindo menghormati setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, termasuk para nelayan di wilayah Cilincing,ÔÇØ kata Ali Sodikin, Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo.

Sebelum adanya pernyataan resmi dari pengelola, puluhan nelayan di Muara Cakung Drain dilaporkan melakukan aksi protes pada Selasa, 14 April 2026. Mereka menggelar parade kapal di sekitar lokasi pemasangan tiang pancang sebagai bentuk kekhawatiran atas masa depan wilayah pesisir tersebut.

Para nelayan sempat meneriakkan pesan penyemangat kepada warga yang berada di tanggul laut saat kapal-kapal mereka melintasi area proyek reklamasi Dermaga Pier 3 Marunda.

"Ayo-ayo jalan, demi masa depan Cilincing," teriak nelayan.

Aksi tersebut diakhiri dengan pembentangan spanduk yang menegaskan eksistensi masyarakat pesisir di hadapan para pekerja proyek. Para nelayan menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap potensi penggusuran ruang hidup akibat ekspansi pelabuhan.

"Masyarakat Pesisir Tak Akan Terusir" bunyi banner yang dibentangkan nelayan di lokasi proyek.

Artikel terkait

Rekomendasi