Sonal Keay Idap Dermatitis Aktinik Kronis Akibat Alergi Matahari

Sonal Keay Idap Dermatitis Aktinik Kronis Akibat Alergi Matahari
Foto: Ilustrasi Sonal Keay Idap Dermatitis Aktinik Kronis Akibat Alergi Matahari.

Seorang pebisnis bernama Sonal Keay mengungkapkan perjuangannya melawan penyakit kulit langka dermatitis aktinik kronis yang membuatnya harus hidup layaknya vampir pada Rabu (15/4/2026). Kondisi ini menyebabkan kulit Sonal mengalami reaksi alergi parah dan rasa sakit yang luar biasa jika terpapar sinar ultraviolet meskipun hanya selama satu menit.

Penyakit ini pertama kali disadari Sonal saat ia berusia 18 tahun ketika sedang berlibur di luar negeri. Dilansir dari Wolipop, rasa sakit tersebut tidak kunjung membaik meski ia telah kembali ke rumah, hingga akhirnya ia mendapatkan diagnosis medis yang mengubah gaya hidupnya secara total.

"Setiap kali di luar rumah... Rasanya sangat sakit dan tidak nyaman. Saya tahu dengan menutupi tubuh bisa membantu, tapi tidak benar-benar paham apa yang salah," kata Sonal Keay, penderita dermatitis aktinik kronis. Ia sempat menderita ketidaknyamanan selama dua tahun sebelum akhirnya menyadari hubungan antara rasa sakitnya dengan paparan cahaya.

Berdasarkan data dari American Academy of Dermatology, kondisi fotosensitif yang dialami Sonal termasuk ekstrem karena dapat memicu munculnya lesi eksim di seluruh tubuh. Bahkan, kulitnya tetap bereaksi negatif meski cuaca sedang mendung atau saat ia berada di dekat jendela yang tidak terlindungi tirai khusus.

Untuk menjalani aktivitas harian, Sonal harus memasang tirai anti-UV di dalam rumahnya dan selalu menggunakan tabir surya sebelum melakukan aktivitas luar ruangan singkat. Ia mengaku merasa aman untuk beraktivitas tanpa perlindungan berlebih hanya pada saat matahari telah terbenam sepenuhnya.

Dampak dari penyakit ini tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi mentalnya karena munculnya rasa ketakutan terhadap berbagai sumber cahaya, termasuk lampu ruangan. Saat ini, Sonal terus beradaptasi dengan rutinitas ketat demi mencegah kerusakan kulit yang lebih parah akibat paparan radiasi ultraviolet.

Artikel terkait

Rekomendasi