SMKM Transisi Jadi Group Infrastruktur Akuakultur Regional Lewat Akuisisi

SMKM Transisi Jadi Group Infrastruktur Akuakultur Regional Lewat Akuisisi
Foto: Ilustrasi SMKM Transisi Jadi Group Infrastruktur Akuakultur Regional Lewat Akuisisi.

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) bersiap mengubah fokus bisnis dari perusahaan konstruksi tradisional menjadi group infrastruktur akuakultur serta ekosistem terintegrasi. Transformasi berskala nasional dan regional ini dijalankan melalui serangkaian aksi akuisisi terhadap perusahaan asal Singapura, yaitu PanAsia dan LSO.

Evolusi strategis tersebut dilakukan guna mengembangkan ekosistem hilir serta kapasitas operasional berbasis teknologi. Langkah ini mengandalkan landasan konstruksi infrastruktur SMKM untuk menyokong pertumbuhan operasi akuakultur terintegrasi dan jaringan infrastruktur regional di wilayah Indonesia serta ASEAN.

Sebagai bagian dari langkah integrasi, perseroan telah meneken conditional sale and purchase agreement (CSPA) untuk membeli PanAsia Aquaculture Pte Ltd Group of Companies (PanAsia Group) dari Lim Shrimp Org Pte Ltd (LSO). Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai US$ 100 juta dan diindikasikan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026, seperti dilansir dari Investor Daily.

Ekosistem rantai nilai perseroan kemudian diperkuat lewat rencana akuisisi LSO Organization Holdings Pte Ltd (LSO Holdings). Aksi korporasi senilai SGD 13 juta ini ditargetkan selesai pada Juni 2027.

PanAsia Group saat ini mengoperasikan dan menerapkan teknologi smart aquaculture pada fasilitas budidaya seluas 37 hektare di Sumbawa. Fasilitas dengan 40 kolam operasional tersebut mencatatkan kinerja berkelanjutan sejak tahun 2018 di bawah kepemimpinan Chong Chee Hoong dan tim.

Sistem operasional yang disiplin disertai penerapan akuakultur cerdas membuat operasi budidaya ini konsisten menghasilkan tingkat kelangsungan hidup udang di atas 80%. Keberhasilan itu diperkuat oleh kinerja operasional di Malaysia Timur yang diproyeksikan mendukung strategi skala regional PanAsia Group sekaligus memperkokoh eksistensi jangka panjang SMKM di ASEAN.

Ekspansi pasar di tingkat ASEAN melalui PanAsia Group membuat SMKM kini mengelola aset strategis seluas sekitar 49 hektar di Sabah, Malaysia Timur. Fasilitas penunjang bisnis tersebut tercatat telah beroperasi aktif sejak tahun 1998.

Direktur PanAsia Group Chong menegaskan bahwa transformasi ini merupakan sinergi strategis di mana DNA konstruksi SMKM menjadi pondasi utama untuk membangun infrastruktur akuakultur skala besar. Perseroan kini melangkah lebih jauh dari sekadar akuakultur murni untuk fokus pada penciptaan ekosistem hilir yang komprehensif, mencakup fasilitas pengolahan dan manajemen rantai pasok global.

"Evolusi ini memposisikan SMKM sebagai platform multi-layer yang menghubungkan kapabilitas pengembangan infrastruktur dengan kebutuhan ekosistem akuakultur regional. Kami tidak hanya mengelola aset produktif; kami secara progresif membangun sistem operasional terintegrasi yang didukung oleh transfer teknologi, kapabilitas hilirisasi, dan integrasi ekosistem dari hulu ke hilir," jelas Chong.

"Kami juga bekerja erat dengan tim manajemen SMKM saat ini, yang dipimpin oleh Pak Budi Aris dan Pak Ruben Partogi, untuk menyelaraskan visi jangka panjang yang sama dan menciptakan sinergi operasional yang lebih kuat sepanjang perjalanan transformasi ini," tambahnya.

"Secara strategis, kami fokus pada pertumbuhan margin melalui sektor perdagangan dan pengolahan, yang didukung oleh kemampuan pengembangan infrastruktur dan integrasi operasional PanAsia Group. Dalam lima tahun ke depan, setelah penyelesaian RTO, Perseroan bertujuan untuk membangun infrastruktur akuakultur regional terintegrasi yang signifikan dengan operasi regional yang terus berkembang, partisipasi ekosistem hilirisasi, dan kemampuan operasional berbasis teknologi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan nilai yang berkelanjutan dan terukur bagi seluruh pemegang saham," kata Chong.

Artikel terkait

Rekomendasi