Sebuah sketsa yang telah berusia satu abad memicu munculnya teori konspirasi liar di jagat internet baru-baru ini. Seperti dilansir dari Detik iNET, teori yang tidak berdasarkan fakta tersebut meyakini bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merupakan seorang penjelajah waktu.
Sejumlah karya seni berusia 100 tahun dari seniman kelahiran Prusia, Charles Dellschau, dipercaya oleh para penganut teori ini menyimpan petunjuk rahasia. Mereka menduga bahwa Donald Trump dan putra bungsunya, Barron, adalah individu yang mampu melintasi waktu.
Para penggemar teori konspirasi memberikan perhatian khusus pada tulisan "TRUMP" yang tertera di beberapa lembar gambar tersebut. Selain itu, terdapat ilustrasi sosok berambut pirang yang sedang mengemudikan perahu dengan label angka 45 serta keberadaan topi aluminium foil.
Selain sketsa, keberadaan buku-buku lama juga dianggap sebagai penguat teori spekulatif ini. Pada akhir tahun 1890-an, penulis Ingersoll Lockwood menciptakan kisah tentang seorang anak laki-laki bernama Baron Trump yang menetap di Kastil Trump yang mewah.
Dalam cerita tersebut, Baron Trump melakukan berbagai petualangan dengan bimbingan seorang mentor bijak bernama Don. Para penganut teori konspirasi menilai kemiripan nama dan latar belakang tersebut terlalu identik untuk dianggap sebagai kebetulan belaka.
Karya Lockwood lainnya yang berjudul "The Last President" juga disorot karena menggambarkan situasi kekacauan pemungutan suara di New York. Cerita tersebut turut melukiskan adanya kerusuhan yang terjadi di Fifth Avenue.
Teknologi Anti-Gravitasi dan Unidentified Anomalous Phenomena
Narasi mengenai penjelajah waktu ini semakin berkembang dengan adanya penyebutan bahan bakar anti-gravitasi imajiner dalam karya Dellschau. Bahan bakar yang disebut sebagai NB Gas atau "supe" itu digunakan untuk menggerakkan mesin terbang dalam ilustrasinya.
Beberapa pengamat UFO mengaitkan teknologi imajiner tersebut dengan fenomena yang kini dikenal pemerintah sebagai Unidentified Anomalous Phenomena (UAP). Trump sendiri sebelumnya telah memberikan janji untuk mengungkap informasi terkait UAP kepada publik.
Spekulasi netizen di media sosial pun terus berkembang dengan menghubungkan berbagai tulisan dan gambar secara bebas. Salah satu poin yang sering diangkat adalah hubungan keluarga Donald Trump dengan dunia sains.
Tinjauan Makalah Nikola Tesla
Paman dari Donald Trump, yakni Profesor MIT John G. Trump, dilaporkan pernah meninjau makalah milik ilmuwan ternama Nikola Tesla. Informasi ini dikutip dari laporan The New Yorker yang kemudian diolah kembali oleh para penganut teori konspirasi.
Mereka meyakini bahwa dokumen-dokumen Tesla tersebut kemungkinan besar memuat teknologi rahasia mengenai perjalanan waktu. Hal inilah yang kemudian dianggap sebagai jembatan teknologi bagi keluarga Trump.
Meskipun spekulasi ini ramai dibicarakan, hingga saat ini belum ditemukan bukti ilmiah yang kuat mengenai keberadaan teknologi perjalanan waktu. Ilmuwan ternama Stephen Hawking bahkan pernah mengadakan pesta khusus untuk menarik perhatian para penjelajah waktu, namun tidak ada satu pun tamu yang hadir dalam acara tersebut.