PPIH Terapkan Dua Skema Miqat Jemaah Haji Indonesia di Bir Ali

PPIH Terapkan Dua Skema Miqat Jemaah Haji Indonesia di Bir Ali
Foto: Ilustrasi PPIH Terapkan Dua Skema Miqat Jemaah Haji Indonesia di Bir Ali.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menerapkan dua skema pengambilan miqat bagi jemaah haji Indonesia di Bir Ali, Madinah, pada Kamis (30/4/2026), guna memfasilitasi 12 kloter yang akan diberangkatkan menuju Makkah. Langkah ini diambil untuk memastikan kesehatan jemaah tetap terjaga selama prosesi ibadah.

Sebanyak 127 bus dikerahkan untuk mengangkut seluruh jemaah dalam pemberangkatan hari kesembilan operasional haji tersebut, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Kepala Sektor Bir Ali, Kompol Dyvia Ardianto, membagi teknis kedatangan berdasarkan kondisi fisik jemaah, yakni kategori sehat usia muda dan kategori lansia atau disabilitas.

Jemaah yang dalam kondisi bugar diperbolehkan turun untuk mengambil wudhu dan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di masjid. Sebaliknya, pembatasan fisik diberlakukan bagi jemaah dengan risiko kesehatan tertentu agar tidak memaksakan diri turun dari kendaraan.

"Sedangkan yang lansia dan disabilitas kita sarankan untuk tetap berada di dalam bus (bermiqat di dalam bus)," kata Kompol Dyvia Ardianto, Kasektor Bir Ali di Madinah.

Penerapan kebijakan ini bertujuan untuk mengejar target pendorongan seluruh kloter dari Madinah yang harus rampung pada pukul 17.00 Waktu Arab Saudi. Mengingat kepadatan arus keberangkatan, petugas menetapkan durasi singgah yang sangat singkat bagi setiap rombongan di lokasi miqat.

"Maksimal 15 menit (per kloter)," kata Kompol Dyvia Ardianto.

Untuk mendukung kelancaran administrasi, PPIH Daker Bir Ali menyediakan delapan titik pemeriksaan atau check point yang dikelola oleh pihak syarikah. Area ini dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu empat titik untuk Al-Bait Guess (BTG) dan empat titik untuk Rakeen Mashariq (RKN).

"Rakeen itu ada di check point 2 atau sebelah kanan dan BTG di check point 7 atau sebelah kiri," kata Kompol Dyvia Ardianto.

Seluruh jemaah haji yang telah mengambil ihram di Bir Ali akan langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib. Mereka dijadwalkan menetap di kota suci tersebut hingga dimulainya prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Artikel terkait

Rekomendasi