Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah RI mulai menerapkan skema Makkah Route bagi ribuan jemaah haji asal empat embarkasi utama sejak Rabu (22/4/2026). Inovasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi layanan dengan menyelesaikan seluruh prosedur keimigrasian di bandara asal sebelum keberangkatan ke Madinah.
Dilansir dari Detikcom, sistem baru ini diberlakukan bagi jemaah yang berangkat melalui Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar pada penyelenggaraan haji 1447 H. Melalui prosedur ini, jemaah tidak lagi perlu menjalani pemeriksaan administratif yang panjang setibanya di Arab Saudi.
Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) dalam rilis resminya pada Kamis (23/4) menyatakan bahwa skema ini menggabungkan berbagai tahapan administrasi di tanah air. Proses tersebut mencakup perekaman biometrik, verifikasi visa elektronik, pemeriksaan kesehatan, hingga pengesahan imigrasi oleh otoritas Arab Saudi.
Penerapan kebijakan ini berdampak langsung pada kelancaran jemaah saat mendarat di Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz. Setibanya di sana, jemaah dapat langsung menuju bus tanpa pemeriksaan paspor ulang, sementara bagasi akan diurus oleh petugas untuk diantarkan langsung ke hotel masing-masing.
Menteri Haji dan Umrah RI (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa integrasi sistem ini merupakan upaya menghadirkan layanan yang berorientasi pada kenyamanan jemaah. Inovasi ini dirancang agar jemaah dapat langsung berfokus pada aktivitas ibadah tanpa kendala birokrasi.
"Kami ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih baik dan tertib. Dengan sistem terintegrasi ini, jemaah tidak lagi dibebani proses berulang setibanya di Arab Saudi. Fokus mereka hanya satu, ibadah," tegas pria yang akrab disapa Gus Irfan di Jakarta, Kamis (23/4).
Program Makkah Route merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan setempat. Kerja sama lintas negara ini menargetkan optimalisasi waktu dan layanan yang lebih humanis bagi seluruh jemaah Indonesia.
Inisiatif yang telah diperkenalkan secara global sejak 2017 ini dinilai menjadi standar baru dalam kualitas penyelenggaraan haji. Bagi Kemenhaj, keberadaan Makkah Route merupakan realisasi komitmen negara dalam menjamin keamanan dan kepastian layanan bagi jemaah di lapangan.