Skema Liquidity Provider (LP) kini mulai dimanfaatkan oleh sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai instrumen untuk mendongkrak efisiensi pasar. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kualitas perdagangan saham domestik, seperti dikutip dari Investor Daily.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menjadi salah satu emiten yang telah menggandeng mitra LP untuk mengoptimalkan perdagangan saham mereka. Fasilitas penyedia likuiditas bagi saham TUGU tersebut saat ini dijalankan oleh Phintraco Sekuritas.
Faktor likuiditas memang menjadi aspek krusial bagi investor dalam menentukan pilihan di pasar modal. Investor tidak hanya melihat sisi fundamental perusahaan, melainkan juga mempertimbangkan kemudahan bertransaksi serta efisiensi dalam pembentukan harga pasar.
Mekanisme LP sebenarnya sudah jamak diterapkan di pasar modal global. Di Indonesia sendiri, regulasi dan dukungan resmi dari BEI telah tersedia guna memperkuat struktur pasar sekaligus memicu aktivitas perdagangan yang lebih dinamis.
Secara teknis, fungsi utama LP adalah memberikan kuotasi jual dan beli secara terus-menerus. Kehadiran kuotasi yang stabil ini tidak sekadar mengejar frekuensi transaksi yang tinggi, melainkan demi memperbaiki kualitas pasar secara menyeluruh.
Salah satu hambatan yang sering dijumpai pada saham dengan likuiditas rendah adalah jarak harga permintaan dan penawaran (bid-ask spread) yang terlampau lebar. LP hadir untuk mempersempit celah tersebut agar investor bisa mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
Selain memperkecil celah harga, keberadaan penyedia likuiditas ini dinilai mampu mempercepat proses penemuan harga yang efisien (price discovery). Kuotasi yang bergerak aktif membuat pergerakan harga saham dapat merefleksikan nilai fundamental emiten secara lebih akurat.
Analisis Kinerja Keuangan dan Dividen TUGU
Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Leonardo Lijuwardi, memberikan pandangan positif mengenai implementasi LP pada saham TUGU karena berpotensi menciptakan efisiensi pada pergerakan harga perseroan.
ÔÇ£Harapannya dengan adanya LP pada saham TUGU, pricing gap atau kesenjangan harga dapat semakin mengecil sehingga investor memperoleh harga yang lebih kompetitif dan proses transaksi menjadi lebih nyaman,ÔÇØ ujar Leo dalam risetnya dikutip di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Leo menilai TUGU merupakan emiten dengan performa fundamental yang solid. Karakteristik saham ini juga dinilai memikat karena memiliki profil sebagai saham pembagi dividen (dividend play) yang kerap diincar oleh para pelaku pasar.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, TUGU membukukan laba bersih sebesar Rp711 miliar dengan penerapan penuh PSAK 117. Dari total keuntungan bersih tersebut, perusahaan mengalokasikan 50% di antaranya untuk dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham.
Nilai dividen yang dialokasikan tersebut setara dengan hampir Rp100 per saham, yang mencerminkan estimasi dividend yield di kisaran 7ÔÇô8%. Kombinasi antara fundamental kokoh, potensi dividen yang menarik, serta dukungan likuiditas dari LP diproyeksikan memperkuat daya tarik saham TUGU untuk jangka menengah hingga panjang.