Aysylla Naila Sari, siswi MTsN 1 Malang berusia 15 tahun, melaksanakan ujian akhir sekolah secara daring dari Kota Suci Madinah, Arab Saudi, pada Rabu (6/5/2026) di sela rangkaian ibadah haji. Dilansir dari Cahaya, Ays merupakan jamaah haji termuda asal Kabupaten Malang yang berangkat pada musim haji 2026.
"Jadi mengerjakan ujiannya di Madinah," cerita Ays, Siswi MTsN 1 Malang.
Remaja asal Sumbermanjing tersebut harus membagi waktu antara fokus beribadah dan kewajiban akademiknya karena jadwal keberangkatan kloter SUB 16 pada 25 April berbenturan dengan agenda kelulusan. Pihak sekolah memberikan dukungan dengan mengizinkan Ays mengerjakan ujian melalui aplikasi khusus di luar negeri.
"Ujiannya pakai HP, pakai aplikasi CBT," tutur Ays, Siswi MTsN 1 Malang.
Selama lima hari berturut-turut, anak bungsu dari tiga bersaudara ini menyelesaikan 12 mata pelajaran meskipun waktu tinggalnya di Madinah terpangkas menjadi tujuh hari akibat kendala penerbangan di Bandara Kualanamu. Ays mengaku lega setelah menuntaskan seluruh beban ujian tulis tersebut.
"Alhamdulillah lancar semua," tambah Ays, Siswi MTsN 1 Malang.
Keberangkatan Ays di usia belia merupakan hasil perencanaan jangka panjang sang ayah yang berprofesi sebagai nelayan. Mengantisipasi antrean panjang, sang ayah mendaftarkan Ays untuk berhaji sejak ia masih berusia di bawah dua tahun.
"Waktu itu didaftarkan saat usia 1 tahun 8 bulan," kenang Ays, Siswi MTsN 1 Malang.
Ays yang sebelumnya pernah mengikuti umrah pada 2023 merasakan atmosfer yang berbeda pada pelaksanaan ibadah haji kali ini. Ia menyoroti perbedaan fasilitas hotel hingga perjalanan menuju masjid yang dirasa lebih berkesan.
"Vibes-nya itu berbeda gitu sama umrah, terus juga perjalanan ke masjidnya itu juga beda, hotelnya juga beda," jelas Ays, Siswi MTsN 1 Malang.
Berdasarkan pengalamannya melihat banyak jamaah lanjut usia yang kesulitan secara fisik, Ays menyarankan agar masyarakat sebisa mungkin mendaftarkan diri sejak dini. Hal ini bertujuan agar ibadah dapat dilakukan dalam kondisi fisik yang prima.
"Karena kalau (berangkat saat) sudah tua, sudah sepuh-sepuh itu, kasihan lihatnya. Jadi mumpung masih usia muda, cepat-cepat daftar aja," pesan Ays, Siswi MTsN 1 Malang.
Ays kini telah berada di Makkah sejak 4 Mei dan telah merampungkan satu kali umrah wajib. Sebagai langkah persiapan menghadapi puncak ibadah haji, ia telah mengirimkan barang belanjaan seberat 20 kilogram melalui jasa kargo agar tidak mengganggu kekhusyukan doa.
"Sudah dikargoin juga, 20 kilo," imbuh Ays, Siswi MTsN 1 Malang.