Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, harus mengambil keputusan sulit demi membantu beban ekonomi keluarganya. Muhammad Ikhsan Hambawi memutuskan untuk berhenti mengenyam pendidikan formal demi bekerja.
Momen mengharukan terekam saat Ikhsan berpamitan dengan rekan-rekan sekelasnya di SMP Negeri 1 Tanjungsari, Jawa Barat. Dilansir dari Kompas, remaja tersebut terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena kondisi keuangan keluarga yang memprihatinkan.
Ikhsan memilih untuk membantu sang ayah yang kini tengah terhimpit beban utang. Ia memutuskan untuk terjun langsung membantu usaha berjualan ayam goreng agar kebutuhan dapur rumahnya tetap terpenuhi di tengah kesulitan finansial.
Ayah Ikhsan, Imam Agus Faisal, diketahui telah menekuni usaha sebagai penjual ayam goreng krispi sejak tahun 2010. Usaha tersebut dijalankannya di kawasan alun-alun serta di depan kediaman mereka.
Selain mengelola usaha ayam goreng, Imam Agus Faisal juga sering mengambil pekerjaan sampingan sebagai kuli bangunan. Langkah ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan penghasilan keluarga yang tidak menentu.
Bagi Ikhsan, memastikan kelangsungan hidup keluarganya menjadi prioritas yang jauh lebih mendesak saat ini. Hal tersebut membuatnya rela mengesampingkan mimpi dan cita-citanya untuk sementara waktu demi berjualan.
Intervensi Pemerintah Kabupaten Sumedang
Kisah perjuangan Ikhsan yang harus putus sekolah akhirnya menarik perhatian Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila. Pemerintah daerah segera merespons situasi tersebut agar sang siswa bisa kembali menempuh pendidikan.
Fajar Aldila memberikan penegasan bahwa pihak pemerintah akan menjamin Ikhsan untuk kembali ke sekolah. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang memberikan bantuan jangka panjang bagi keluarga tersebut.
Keluarga Ikhsan kini telah resmi dimasukkan ke dalam daftar penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan sosial tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi orang tuanya secara berkelanjutan.
Berkat dukungan dan bantuan dari Pemkab Sumedang, Ikhsan kini dilaporkan sudah dapat kembali bersekolah. Sebelumnya, ia menegaskan bahwa pilihan untuk berhenti sekolah murni merupakan keinginan pribadinya karena rasa iba melihat kondisi orang tuanya.