Pusat perbelanjaan atau mal telah bertransformasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat urban di Indonesia. Kebiasaan berkunjung ke mal ini melahirkan berbagai istilah unik dan singkatan khas untuk menyebut pusat perbelanjaan favorit.
Jika sebelumnya masyarakat sudah akrab dengan singkatan seperti Kokas, Gancit, hingga PIM, kini muncul deretan singkatan baru yang viral di media sosial. Fenomena ini bermula dari diskusi hangat para pengguna internet yang memplesetkan nama-nama mal populer.
Dilansir dari Wolipop, percakapan mengenai tren nama baru ini awalnya menjadi perbincangan di platform Threads. Akun @currynach membagikan cuitan tentang fenomena 'date cancelled' yang menyebut Senayan City dengan sebutan Yanty.
Unggahan tersebut memicu kebingungan sekaligus tawa dari pengguna lain. Di kolom komentar, banyak netizen yang kemudian menyumbangkan daftar singkatan baru untuk berbagai mal lainnya yang dianggap lebih lucu.
Salah satu yang menarik perhatian adalah Mall Kelapa Gading atau MKG yang kini disebut sebagai 'Maling'. Nama-nama lain juga muncul dengan gaya bahasa yang sangat tidak terduga oleh publik.
"pondok indah mall, poniman," tulis salah satu netizen dalam kolom komentar tersebut. Pengguna lain juga memberikan julukan untuk pusat perbelanjaan besar lainnya di jantung Jakarta.
"Grand Indonesia: Gandos," tulis seorang netizen. Ada pula yang menyebut Kuningan City dengan istilah Kunty serta Botani Square yang diplesetkan menjadi Boker.
Pusat perbelanjaan lain tidak luput dari kreativitas netizen, seperti Neo Soho yang disebut Noh dan Cempaka Putih yang menjadi Cemput. Rangkuman kelucuan ini bahkan dibagikan ulang oleh akun lain yang merasa terhibur dengan kreativitas para warga internet.
"Kenapa aku rangkum sih, ealah. Tapi lucu ƒñúƒñú," tulis bumiedelweis yang merangkumkan kelucuan netizen tersebut.
Meski dianggap menghibur sebagai istilah baru, terdapat kelompok masyarakat yang menyatakan ketidaksetujuan jika nama-nama unik tersebut benar-benar digunakan secara luas. Mereka yang sudah terbiasa dengan singkatan lama lebih memilih istilah yang sudah pakem.
Singkatan populer seperti GI, PI, Kokas, PIM, hingga Sensi dinilai masih lebih nyaman digunakan daripada istilah baru yang dianggap terlalu ekstrem. Perdebatan ini menambah warna tersendiri dalam interaksi masyarakat perkotaan mengenai tempat berkumpul favorit mereka.