Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Simulasi Mitigasi Bencana Nasional

Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Simulasi Mitigasi Bencana Nasional
Foto: Ilustrasi Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Simulasi Mitigasi Bencana Nasional.

Dompet Dhuafa Yogyakarta menyelenggarakan rangkaian simulasi mitigasi bencana yang melibatkan masyarakat secara langsung pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta, guna memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) sekaligus mengenang dua dekade peristiwa gempa bumi 2006.

Sebanyak 40 warga di sekitar kantor Dompet Dhuafa Yogyakarta mengikuti sosialisasi mitigasi, simulasi evakuasi mandiri, hingga praktik pemadaman api skala rumah tangga. Program ini menjadi bagian dari upaya kolektif dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap ancaman bencana alam maupun non-alam, sebagaimana dilansir dari Nasional.

Pimpinan Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta, Muhammad Zahron, menjelaskan bahwa peringatan dua dekade gempa bumi di Yogyakarta merupakan titik krusial untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus utama dalam menghadapi potensi bahaya di masa depan.

"Dua dekade berlalu, fokus utama kami adalah evaluasi pengurangan risiko bencana, integrasi Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), serta peningkatan kapasitas simulasi evakuasi mandiri untuk mengurangi dampak korban, terutama di lingkungan kantor," ujar Muhammad Zahron, Pimpinan Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta.

Pelatihan tersebut dirancang untuk melatih kecepatan respons warga saat menghadapi situasi darurat seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran secara terorganisir. Lokasi pelaksanaan dipusatkan di Jalan Madubronto Nomor 35, yang merupakan basis operasional lembaga filantropi tersebut di wilayah Yogyakarta.

Gerakan nasional HKB 2026 ini bertujuan mendorong partisipasi aktif dari berbagai elemen organisasi dan komunitas di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa Yogyakarta berupaya memperkuat posisinya sebagai penggerak kesiapsiagaan guna meminimalisir risiko dampak bencana bagi masyarakat luas.

Artikel terkait

Rekomendasi