Aktris Sheila Dara dan Fita Anggriani membagikan kisah perjalanan hubungan persahabatan mereka yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, dilansir dari Lifestyle.
Cerita tersebut diungkapkan keduanya saat menghadiri acara peluncuran koleksi kolaborasi Uniqlo dan Cecilie Bahnsen di The Dharmawangsa Jakarta pada Rabu (20/5/2026).
Hubungan pertemanan ini bermula sejak tahun 2012 ketika mereka pertama kali dipertemukan oleh seorang rekan, yang kemudian berlanjut pada momen kebersamaan pertama mereka.
ÔÇ£Kayaknya kalau enggak salah kita pertama kali ketemu di 2012, dikenalin sama teman-teman juga. Terus pertama kali kita karaokean bareng di Kemang,ÔÇØ kenang Fita Anggriani.
Momen bernyanyi bersama tersebut diakui menjadi awal ketertarikan untuk menjalin pertemanan yang lebih dekat karena kekaguman terhadap kualitas vokal.
ÔÇ£Pertama kali aku lihat, ini cewek cakep banget terus suaranya bagus banget. Aku mau ah temenan. Jadi aku mau temenannya, cuma karena dia suaranya bagus,ÔÇØ ujar Fita Anggriani sambil tertawa.
Mendengar pernyataan dari sahabatnya tersebut, tanggapan bernada candaan langsung dilontarkan mengenai motif awal pertemanan mereka.
ÔÇ£Sebenarnya aku curiga dia mau (temanan) cuma butuh partner karaokean saja,ÔÇØ seloroh Sheila Dara.
Faktor kenyamanan menjalani hubungan tanpa adanya tekanan dan tuntutan untuk selalu hadir setiap waktu dinilai menjadi kunci utama keawetan hubungan mereka.
ÔÇ£Menurut aku pribadi, untuk menjaga pertemanan itu less effort is better. Yang aku suka dari berteman sama Fita itu walaupun kita sama-sama sibuk, tapi giliran ketemu rasanya enggak ada waktu yang terlewat. Jadi semuanya terasa effortless,ÔÇØ ujar Sheila Dara.
Selain memiliki kedekatan dalam menjaga hubungan, keduanya juga memiliki kegemaran yang sama dalam mengeksplorasi berbagai jenis kuliner bersama.
ÔÇ£Kita sama-sama suka makan,ÔÇØ kata Fita Anggriani.
Kelebihan sang sahabat dalam hal mengonsumsi makanan menjadi poin tersendiri yang dinilai unik oleh belahan jiwanya tersebut.
ÔÇ£Dia tuh satu-satunya yang aku bisa ajak eksplor makanan bersama,ÔÇØ lanjut Fita Anggriani.
Kapasitas porsi makan yang besar dari sahabatnya yang berpostur kecil juga menjadi salah satu hal yang dianggap luar biasa.
ÔÇ£Walaupun badannya kecil, kemampuan makannya exceptional,ÔÇØ ujar Sheila Dara.
Persamaan selera juga terjadi pada bidang fesyen, di mana mereka kerap tidak sengaja membeli pakaian yang sama sehingga harus berdiskusi saat liburan bersama agar tidak memakai baju serupa.
ÔÇ£Entah kenapa sering banget kok beli baju kayak buy one get one,ÔÇØ seloroh Sheila Dara.
Kejadian mengenakan pakaian yang sama tanpa direncanakan tersebut diakui seringkali berulang dalam berbagai kesempatan.
ÔÇ£Sering banget momen ini terjadi ÔÇÿloh, bajunya sama,ÔÇØ timpal Fita Anggriani.
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, terjadi pergeseran cara pandang dari keduanya dalam memilih pakaian, dari yang semula mengikuti tren menjadi lebih mengutamakan identitas diri.
ÔÇ£Fashion aku pasti berubah. Aku yang tahun 2013 jauh banget dibanding sekarang secara style,ÔÇØ tutur Sheila Dara.
Perubahan gaya berbusana tersebut terlihat dari cara menyikapi perkembangan tren mode yang ada saat ini.
ÔÇ£Kalau dulu mungkin aku blindly follow the trends. Kalau makin ke sini aku mulai bisa memilah, oh i think this one suits me, yang ini kayaknya enggak dulu,ÔÇØ katanya Sheila Dara.
Meskipun demikian, penyesuaian terhadap tren mode terkini tetap dilakukan tanpa harus mengorbankan karakter personal yang dimiliki.
ÔÇ£Akhirnya tetap ikutin tren, tapi masih sesuai sama core identity aku juga,ÔÇØ lanjut Sheila Dara.
Prinsip mengenai perubahan pandangan fesyen yang kini lebih mengutamakan aspek fungsional dan kenyamanan bergerak tersebut disepakati oleh sang sahabat.
ÔÇ£Kalau dulu aku merasa fashion nomor satu, nyaman kesekian, sekarang yang penting aku nyaman dan aku bisa bergerak,ÔÇØ pungkas Fita Anggriani.