SGER Raih Kontrak Pasokan Batu Bara Rp2,68 Triliun ke Vietnam

SGER Raih Kontrak Pasokan Batu Bara Rp2,68 Triliun ke Vietnam
Foto: Ilustrasi SGER Raih Kontrak Pasokan Batu Bara Rp2,68 Triliun ke Vietnam.

PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) mengamankan kontrak pengiriman batu bara senilai US$154,68 juta atau sekitar Rp2,68 triliun ke Vietnam pada Senin (4/5/2026). Kesepakatan ini ditujukan untuk menyokong operasional komersial Pembangkit Listrik Tenaga Panas Song Hau 1 selama periode 2026 hingga 2027.

Nilai kontrak fantastis tersebut setara dengan kurs Rp17.300 per dolar AS. Dilansir dari Market, segmen batu bara merupakan lini bisnis utama perseroan dengan kontribusi mencapai 75 persen dari total pendapatan bersih pada kuartal pertama tahun 2026.

Direktur Utama SGER, Welly Thomas, menyatakan bahwa perolehan ini memperkuat posisi perusahaan di pasar energi Asia Tenggara yang sedang berkembang pesat.

"Kontrak ini menandakan kembalinya SGER secara kuat ke Vietnam, salah satu pasar energi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara," kata Welly Thomas, Direktur Utama SGER.

Keberhasilan ini dicapai perusahaan di tengah dinamika pasar komoditas global yang sangat menantang. Sebelum merambah kembali ke Vietnam, SGER telah lebih dulu mengamankan kontrak serupa di negara-negara Asia lainnya seperti Filipina dan Bangladesh.

"Dengan adanya kontrak batu bara ke Vietnam ini akan meningkatkan pendapatan SGER sekaligus menjadi bukti bahwa pasar batu bara masih terbuka luas, terutama di negara-negara Asia. Ke depan, SGER akan terus mencari peluang pasar batu bara di negara-negara Asia lainnya," tandas Welly Thomas, Direktur Utama SGER.

Berdasarkan laporan keuangan triwulan pertama 2026 yang belum diaudit, SGER membukukan pendapatan bersih Rp2,50 triliun, tumbuh 1,6 persen secara tahunan. Mayoritas pendapatan atau senilai Rp1,87 triliun berasal dari batu bara, sementara kokas minyak bumi menyumbang Rp450,87 miliar.

Unit bisnis lainnya juga memberikan kontribusi pendapatan, di antaranya segmen nikel sebesar Rp147,10 miliar serta pasir dan kapur Rp25,61 miliar. Produk kelapa sawit dan solar masing-masing menyumbang Rp1,50 miliar dan Rp2,15 miliar bagi perseroan.

Di pasar modal, saham SGER ditutup menguat 3,72 persen ke level Rp390 pada perdagangan Senin (4/5/2026). Meski menguat harian, harga tersebut masih mencerminkan koreksi 6,70 persen sejak awal tahun di tengah melemahnya IHSG sebesar 19,37 persen ke posisi 6.971.

Analisis dari Tim Riset Ajaib Sekuritas memproyeksikan prospek jangka panjang komoditas tetap menjanjikan seiring masifnya investasi kecerdasan buatan (AI). Tren ini diprediksi akan meningkatkan kebutuhan listrik pusat data secara signifikan di tingkat global.

"Kebutuhan listrik data center akan meningkat pesat, mendorong investasi jaringan listrik global hingga lebih dari US$20 triliun sampai 2050, serta meningkatkan permintaan komoditas seperti tembaga dan uranium," tulis Tim Riset Ajaib Sekuritas.

Saat ini, harga batu bara Newcastle kontrak Mei 2026 berada pada angka US$134 per ton. Kebutuhan di Asia tetap tinggi karena negara-negara besar seperti India dan China masih menjadikan batu bara sebagai sumber energi utama untuk stabilitas jaringan listrik mereka.

"Permintaan domestik diperkirakan stabil di kisaran 200ÔÇô230 juta ton, dengan evaluasi kebijakan DMO untuk menjaga ketahanan pasokan. Kombinasi pasokan yang disiplin dan permintaan stabil membuat Indonesia tetap strategis dalam pasar batu bara Asia," tulis Tim Riset Ajaib Sekuritas.

Artikel terkait

Rekomendasi