Sekretariat Jenderal MPR RI berkomitmen melakukan evaluasi total terhadap sistem perlombaan LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat setelah munculnya protes ketidakadilan penilaian dari peserta SMAN 1 Pontianak. Langkah ini diambil usai pernyataan pejabat Setjen MPR, Indri Wahyuni, memicu kontroversi di ruang publik.
Dilansir dari Suara, polemik mencuat saat dewan juri memberikan pengurangan poin kepada Regu C dari SMAN 1 Pontianak dalam babak final materi hukum ketatanegaraan. Juri beralasan tidak mendengar penyebaran frasa Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas dalam jawaban peserta mengenai pemilihan anggota BPK.
Perwakilan Regu C SMAN 1 Pontianak langsung menyampaikan keberatan di lokasi acara karena merasa jawaban mereka identik dengan regu lain yang mendapatkan poin penuh. Ketegangan meningkat saat juri dianggap tidak konsisten dalam memberikan penilaian terhadap jawaban yang substansinya serupa.
ÔÇ£Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama,ÔÇØ kata salah satu perwakilan Regu C.
Pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI, Indri Wahyuni, kemudian merespons protes tersebut dengan menekankan pentingnya kejelasan suara saat menyampaikan jawaban di hadapan juri. Indri yang menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI per 11 Mei 2026 ini menyoroti aspek artikulasi peserta.
ÔÇ£Artikulasi itu penting, jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah tapi dewan juri tidak mendengar artikulasi dengan jelas maka dewan juri berhak memberikan minus lima,ÔÇØ kata Indri Wahyuni.
Komentar tersebut memicu kritik dari masyarakat yang menilai respons pejabat tersebut cenderung menyalahkan peserta. Sementara itu, juri lainnya tetap memberikan penilaian tinggi kepada peserta dari sekolah berbeda yang membawakan jawaban dengan inti yang dianggap serupa.
ÔÇ£Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,ÔÇØ ujar juri Dyastasita Widya Budi dalam video yang viral di media sosial.
Menanggapi situasi yang berkembang, Wakil Ketua MPR RI telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas ketidaknyamanan yang terjadi. Sekretariat Jenderal kini tengah mempersiapkan perbaikan regulasi dan sistem penilaian agar kejadian serupa tidak terulang dalam pelaksanaan lomba di masa mendatang.