Sejarah dan Struktur Kepemilikan Hotel Sari Pacific Jakarta

Sejarah dan Struktur Kepemilikan Hotel Sari Pacific Jakarta
Foto: Ilustrasi Sejarah dan Struktur Kepemilikan Hotel Sari Pacific Jakarta.

Hotel Sari Pacific Jakarta berdiri sebagai salah satu ikon akomodasi legendaris yang menghiasi lanskap kawasan bisnis MH Thamrin, Jakarta Pusat. Letaknya yang berada di koridor Sudirman-Thamrin menjadikan properti ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi sejak pertama kali beroperasi.

Dilansir dari Kompas, hotel berbintang ini mulai melayani tamu pada era 1970-an. Sepanjang sejarahnya, hotel ini telah menjadi tempat menginap bagi berbagai tokoh penting dan tamu mancanegara yang berkunjung ke ibu kota Indonesia.

Saat ini, pengelolaan operasional Hotel Sari Pacific berada di bawah bendera Marriott International. Hotel ini secara resmi tergabung dalam jaringan Autograph Collection Hotels, sebuah grup hotel independen kelas atas yang dikenal dengan identitas uniknya.

Kepemilikan Hotel Sari Pacific Jakarta dipegang oleh PT Sariarthamas Hotel International (PT SHI). Entitas ini merupakan bentuk perusahaan patungan atau joint venture yang melibatkan dua pihak besar dengan porsi kepemilikan saham yang setara.

PT Parna Raya menguasai 50 persen saham dalam struktur kepemilikan tersebut. Perusahaan yang bergerak di sektor energi dan petrokimia ini didirikan oleh Marihad Simbolon, dan kini manajemennya diteruskan oleh generasi kedua, Charles Simbolon.

Sementara itu, 50 persen saham sisanya dimiliki oleh PT Sarinah (Persero). Perusahaan plat merah ini merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus pada sektor perdagangan dan pengembangan industri kreatif.

Rekam Jejak Sengketa dan Kesepakatan Damai

Hubungan kepemilikan antara Parna Raya dan Sarinah sempat diwarnai konflik hukum pada tahun 2007. Kedua belah pihak terlibat sengketa kepemilikan yang berujung pada aksi saling gugat di meja hijau pengadilan.

Dikutip dari Kompas, akar permasalahan bermula dari keterlibatan Sarinah sejak tahun 1970 melalui Basic Agreement. Parna Raya kemudian masuk sebagai pemegang saham pada 2007 setelah mengambil alih porsi saham dari beberapa perusahaan asal Jepang.

Perselisihan mengenai Perjanjian Sarinah-Parna yang diteken pada 25 Juli 2007 tersebut akhirnya menemui titik terang pada tahun 2021. Kedua perusahaan memutuskan untuk menempuh jalan damai dan menyepakati pembagian kepemilikan saham masing-masing sebesar 3.750 lembar.

Transformasi Menjadi Bagian Jaringan Global

Langkah besar diambil pada 10 November 2022 ketika hotel ini secara resmi terintegrasi dengan jaringan global Marriott International. Integrasi ini menandai perubahan status hotel menjadi bagian dari portofolio Autograph Collection.

Pasca bergabung dengan jaringan internasional tersebut, identitas hotel bertransformasi menjadi Sari Pacific Jakarta, Autograph Collection. Konsep baru yang diusung mengedepankan semangat eksklusivitas dengan slogan "Exactly Like Nothing Else".

Artikel terkait

Rekomendasi